Pejabat AS Tawarkan Uang Jutaan Dollar bagi Kapten Kapal Tanker Iran

Kompas.com - 05/09/2019, 15:23 WIB
Kapal Adrian Darya-1 (dulunya Grace-1). Kapal tanker yang dipunyai Iran. Saat ini kapal itu diduga menuju Suriah setelah mematikan alat pelacaknya Senin (2/9/2019). via Sky NewsKapal Adrian Darya-1 (dulunya Grace-1). Kapal tanker yang dipunyai Iran. Saat ini kapal itu diduga menuju Suriah setelah mematikan alat pelacaknya Senin (2/9/2019).

Kepala humas Kemenlu AS Morgan Ortagus menyerang balik dengan mengutip kalimat Zarif sendiri. Ortagus berujar Zarif meminta pemimpin Eropa menyerahkan 15 miliar dollar AS, atau Rp 212,4 triliun.

Jumlah itu merupakan penjualan minyak Iran di masa depan. Teheran menyebut jika mereka menerimanya, mereka akan mematuhi perjanjian nuklir 2015.

Adapun perjanjian yang dibuat di era pemerintahan Presiden Barack Obama dicabut oleh Trump pada Mei 2018, dan kemudian dia menjatuhkan sanksi kepada Iran.

Baca juga: Kapal Tanker Iran yang Diburu AS Diduga Menuju Suriah

Tidak Ada Jawaban dari Kapten

Otoritas AS menyatakan Kumar mengambil alih posisi sebagai kapten di Gibraltar. Dia disebut tidak merespons tawaran yang diberikan oleh Hook.

Kementerian Keuangan AS menerangkan, setelah mengetahui Kumar tidak memberi jawaban, baik kapal maupun Kumar disanksi AS, dengan asetnya di wilayah AS bakal dibekukan.

"Setiap warga AS atau asing yang terlibat transaksi dengan individu yang masuk dalam daftar sanksi akan menerima hukuman," demikian keterangan AS.

Adrian Darya-1 dilaporkan hilang setelah mematikan pelacaknya. Berdasarkan berbagai situs pelacak, diyakini kapal tanker super itu menuju ke Suriah.

Washington mengumumkan mereka menawarkan hadiah uang 15 juta dollar, atau Rp 212,3 miliar, bagi jaringan perkapalan yang berhubungan dengan Garda Revolusi Iran.

Berdasarkan keterangan Kementerian Keuangan AS, jaringan perkapalan itu menjual lebih dari 500 juta dollar AS, atau Rp 7 trilun, pada musim semi ini, kebanyakan di Suriah.

Baca juga: Menteri Turki: Kapal Tanker Iran yang Dibebaskan Gibraltar Menuju Lebanon

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X