Iran Berjanji Bebaskan 7 Awak Kapal Tanker Berbendera Inggris yang Ditahan

Kompas.com - 04/09/2019, 22:28 WIB
Gambar yang dirilis Tasnim News pada 20 Juli lalu menunjukkan kapal tanker berbendera Inggris Stena Impero yang ditahan Iran setelah dianggap melanggar peraturan maritim internasional. REUTERS PHOTO/TASNIM NEWSGambar yang dirilis Tasnim News pada 20 Juli lalu menunjukkan kapal tanker berbendera Inggris Stena Impero yang ditahan Iran setelah dianggap melanggar peraturan maritim internasional.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran menjanjikan bakal membebaskan tujuh anggota awak kapal tanker berbendera Inggris, Stena Impero, yang ditahan Garda Revolusi Iran.

Kabar itu dilaporkan stasiun televisi Iran, pada Rabu (4/9/2019), meski pemilik kapal mengaku belum menerima konfirmasi resmi mengenai tanggal pembebasan tersebut.

Kapal tanker Stena Impero yang berbendera Inggris itu dimiliki Swedia dan ditahan oleh Garda Revolusi Iran saat melintasi Selat Hormuz pada 19 Juli, karena diduga melakukan pelanggaran wilayah perairan.

Baca juga: Kapal Tanker Iran yang Diburu AS Diduga Menuju Suriah

Kapal itu ditahan selang dua pekan setelah ditahannya kapal tanker super Iran, Grace 1, di wilayah Gibraltar oleh Maritim Kerajaan Inggris dan telah dibebaskan bulan lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan kepada stasiun televisi bahwa tujuh kru kapal yang akan dibebaskan, termasuk warga negara India, diizinkan meninggalkan kapal tanker dengan dasar alasan kemanusiaan.

"Kami tidak memiliki masalah dengan kru dan kapten kapal. Yang menjadi masalah adalah pelanggaran yang dilakukan oleh kapal itu," kata Mousavi.

Menurut pemilik kapal tanker, Stena Bulk, kapal itu memiliki 23 orang kru, yang berasal dari sejumlah negara, yakni India, Rusia, Latvia, dan Filipina.

Baca juga: AS Peringatkan Pelabuhan Yunani untuk Tak Bantu Kapal Tanker Iran

"Kami sangat senang bahwa cobaan untuk tujuh kru kapal akan segera berakhir, dan mereka dapat kembali ke keluarga mereka."

"Namun kami tetap berhati-hati menunggu konfirmasi resmi tanggal pembebasan mereka," kata presiden dan kepala eksekutif Stena Bulk, Erik Hanell, dalam sebuah pernyataan.

"Kami melihat komunikasi ini sebagai langkah positif dalam perjalanan untuk membebaskan seluruh kru yang tersisa, yang selalu menjadi perhatian dan fokus utama kami," tambahnya.

Halaman:


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X