China: Jika Situasi Hong Kong Makin Memburuk, Pemerintah Tak Akan Tinggal Diam

Kompas.com - 03/09/2019, 22:52 WIB
Pasukan China yang bermarkas di garnisun Hong Kong bersiap untuk kedatangan Presiden China Xi Jinping pada 30 Juni 2017 untuk memperingati 20 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris kepada China. REUTERS/DAMIR SAGOLJPasukan China yang bermarkas di garnisun Hong Kong bersiap untuk kedatangan Presiden China Xi Jinping pada 30 Juni 2017 untuk memperingati 20 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris kepada China.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China menyatakan, mereka bakal bergerak jika aksi demo yang terjadi di Hong Kong sejak Juni tidak juga menunjukkan tanda bakal mereda.

Pernyataan itu diutarakan oleh juru bicara Kantor Hubungan Hong Kong, Xu Luying, dalam konferensi pers sebagaimana diberitakan kantor berita AFP Selasa (3/9/2019).

Baca juga: China Tegaskan Dukung Penuh Pemimpin Hong Kong Carrie Lam

Pusat finansial dunia sudah hampir tiga bulan ini dilanda ketegangan yang berawal dari aksi protes menentang adanya ekstradisi bagi penjahat ke China daratan.


Demo itu kemudian meluas menjadi kampanye reformasi demokrasi, di mana dalam pergerakannya kadang menimbulkan gesekan serius antara polisi dan pengunjuk rasa.

Beijing memang membiarkan pemerintah dan polisi menangani kerusuhan. Namun mereka diketahui sudah mengerahkan elemen paramiliternya dan kendaraan lapis baja di Shenzhen.

Bahkan tidak ragu menyiratkan mereka bisa mengintervensi jika diperlukan. "Mengakhiri kekacauan dan memulihkan ketertiban merupakan tugas paling mendesak di Hong Kong," kata Xu.

Dia menuturkan pemerintah pusat China tidak akan membiarkan tantangan terbesar yang mereka hadapi sejak penyerahan bekas koloni Inggris itu 1997 silam terus berlanjut.

"Jika situasi terus memburuk dan berujung kepada ancaman kedaulatan negara dan tak teratasi pemerintah sana, maka pemerintah pusat tidak akan tinggal diam," tegas Xu.

China diketahui juga mempunyai garnisun Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang, berdasarkan hukum setempat, bisa diterjunkan jika diminta pemerintah Hong Kong.

"Kini ada pandangan bahwa pengerahan PLA berakhir mengakhirir kebijakan 'satu negara, dua sistem'. Itu jelas pandangan yang sangat salah," lanjut Xu.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber AFP
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Internasional
Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Internasional
Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Internasional
Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi 'Medan Perang'

Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi "Medan Perang"

Internasional
Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Internasional
Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Internasional
Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Internasional
Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Internasional
Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Internasional
Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Internasional
Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

Internasional
Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Internasional
Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Internasional
Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X