Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Minta Bantuan Taiwan

Kompas.com - 03/09/2019, 21:36 WIB
Warga Hong Kong mengenakan masker dan kaus hitam melakukan aksi menduduki stasiun MRT di Yuen Long, tempat terjadinya penyerangan oleh kelompok pria tak dikenal, sebulan sebelumnya. AFP / PHILIP FONGWarga Hong Kong mengenakan masker dan kaus hitam melakukan aksi menduduki stasiun MRT di Yuen Long, tempat terjadinya penyerangan oleh kelompok pria tak dikenal, sebulan sebelumnya.

HONG KONG, KOMPAS.com - Sejumlah aktivis pro-demokrasi Hong Kong, pada Selasa (3/9/2019), mendesak kepada Taiwan untuk turun membantu mempromosikan demokrasi di kota itu.

Hong Kong tengah dilanda krisis politik terburuk dalam beberapa dekade terakhir sejak ratusan warga menggelar aksi demonstrasi turun ke jalan mulai Juni lalu.

Massa pro-demokrasi juga merencanakan unjuk rasa massal menjelang peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China yang akan diperingati pada 1 Oktober mendatang.

Hong Kong, bekas koloni Inggris, kembali ke pemerintah China pada 1997 di bawah aturan "satu negara, dua sistem", yang menjamin kebebasannya.

Baca juga: Media China: Akhir bagi Mereka yang Ingin Mengganggu Hong Kong Sudah Tiba

China juga telah mengusulkan formula yang sama untuk Taiwan, yang dianggap sebagai bagian dari negaranya yang memisahkan diri.

Banyak orang di Taiwan, termasuk Presiden Tsai Ing-wen, yang telah mengawasi Hong Kong dan semakin waspada dengan agenda "penyatuan kembali" Beijing.

"Saya berharap orang-orang dapat saling bertukar pikiran tentang bagaimana menenangkan perang melawan teror putih dan pemerintahan otoriter Beijing ini," ujar Lester Shum, salah satu pemimpin mahasiswa dalam "Gerakan Payung" lima tahun lalu, yang kerap disamakan dengan aksi protes saat ini.

Teror putih merupakan istilah yang digunakan untuk mengekspresikan dan menggambarkan tindakan anonim yang menciptakan iklim ketakutan.

Baca juga: Demo Hong Kong Incar Sarana Transportasi, Pengunjuk Rasa Gelar Aksi di Stasiun MRT

"Rekan-rekan di Taiwan bukan pengamat pergerakan di Hong Kong. Orang-orang Taiwan juga merupakan peserta."

"China pasti ingin mengambil alih Taiwan setelah mereka berhasil menguasai Hong Kong," ujar Shum kepada wartawan di Taipei.

Halaman:


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X