Kompas.com - 02/09/2019, 11:45 WIB
Petugas keamanan berjaga di luar Bandara Mitiga di Tripoli, Libya. AFP / MAHMUD TURKIAPetugas keamanan berjaga di luar Bandara Mitiga di Tripoli, Libya.

TRIPOLI, KOMPAS.com - Bandara Internasional Mitiga di ibu kota Libya mendapat serangan roket, Minggu (1/9/2019), melukai setidaknya empat warga sipil.

Serangan roket itu disebut diluncurkan oleh pasukan yang setia kepada Jenderal Khalifa Haftar, yang dalam beberapa bulan terakhir telah melancarkan operasi militer untuk merebut ibu kota Tripoli dari pemerintah Libya yang akui PBB.

Dilansir AFP, serangan roket itu terjadi bertepatan dengan saat kedatangan pesawat yang membawa para jemaah haji asal Libya yang baru kembali dari Mekkah, Arab Saudi.

"Tiga orang jemaah, termasuk seorang wanita, ada di antara empat warga sipil yang terluka," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA), Wedad Abu Niran.

Baca juga: 1 September 1969, Muammar Gaddafi Pimpin Kudeta Libya

Sementara direktur bandara, Lotfi al-Tabib, menyampaikan, serangan roket menyebabkan kerusakan pada landasan pacu di Bandara Mitiga dan sebuah pesawat milik maskapai Libya tak berfungsi usai terkena serpihan roket.

Sejumlah penerbangan juga ditangguhkan selama beberapa saat.

Sedangkan pada Senin (2/9/2019), penerbangan akan dialihkan ke Bandara Misrata, yang berjarak sekitar 200 kilometer arah timur Tripoli, demikian diumumkan oleh pihak bandara melalui Facebook.

Misi PBB di Libya, UNSMIL mengecam keras serangan ke bandara yang menjadi "ancaman langsung terhadap keselamatan warga sipil" serta mendesak kepada para pelaku "untuk menghadapi pertanggungjawaban".

Para penyelidik UNSMIL, yang mendatangi bandara Mitiga segera setelah serangan itu, menemukan adanya empat proyektil yang menghantam bagian-bagian sipil dari bandara, yakni tiga di tempat parkir dan satu di landasan pacu.

Baca juga: Milisi Libya Klaim Tangkap Sejumlah Pemimpin Ekstremis Terkait Al Qaeda

"Setidaknya dua awak terluka saat bergegas keluar dari dalam pesawat," kata penyelidik dalam laporannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X