Hampir 2 Juta Orang di Negara Bagian India Ini Terancam Kehilangan Kewarganegaraan

Kompas.com - 31/08/2019, 20:36 WIB
Penduduk negara bagian Assam, India timur laut, mengantre untuk memeriksa apakah nama mereka masuk ke dalam daftar warga negara yang baru saja dirilis pemerintah setempat. AFP / BIJU BOROPenduduk negara bagian Assam, India timur laut, mengantre untuk memeriksa apakah nama mereka masuk ke dalam daftar warga negara yang baru saja dirilis pemerintah setempat.

DISPUR, KOMPAS.com - Hampir dua juta penduduk di negara bagian Assam, India timur laut, terancam kehilangan kewarganegaraan mereka, menyusul pemerintah setempat yang merilis daftar kewarganegaraan.

Dilansir AFP, langkah yang diumumkan pada Sabtu (31/8/2019) itu, dilakukan guna menyingkirkan apa yang disebut pemerintah sebagai "penyusup asing".

Proses perilisan daftar kewarganegaraan itu bahkan hendak ditiru oleh pemerintah India untuk diberlakukan secara nasional.

Baca juga: Kementerian Kesehatan India Usul Larang Rokok Elektrik, Hukuman Penjara bagi Pelanggar

Pemerintah negara bagian Assam telah mengumumkan Daftar Warga Nasional (NRC) yang mencakup 31,1 juta penduduk yang diakui sebagai warga negara.

Namun masih ada sekitar 1,9 juta penduduk Assam lainnya yang dianggap tidak memenuhi persyaratan untuk dimasukkan dalam daftar warga negara. Sebagian besar di antaranya dilaporkan merupakan warga Muslim.

Wilayah negara bagian Assam telah lama melihat gelombang besar pendatang dari tempat lain, sejak di bawah pemerintahan kolonial Inggris dan saat perang kemerdekaan Bangladesh, pada 1971, ketika jutaan orang melarikan diri ke India.

Baca juga: Hindari Pemeriksaan, Narapidana di Penjara India Telan Ponsel dan Charger

Situasi itu menjadikan wilayah negara bagian Assam kerap diliputi ketegangan antaragama dan etnis selama beberapa dekade terakhir. Kekerasan sporadis termasuk pembantaian pada tahun 1983, yang menewaskan hingga sekitar 2.000 orang.

Personel keamanan ditingkatkan di Assam menjelang perilisan NRC, dengan sekitar 20.000 personel tambahan didatangkan dan kegiatan pertemuan dibatasi.

Daftar kewarganegaraan tersebut membatasi hanya warga yang dapat menunjukkan bukti bahwa leluhur mereka telah berada di India sebelum tahun 1971, yang dapat dimasukkan dalam daftar.

Akan tetapi hal itu tidak mudah untuk dilakukan karena tingginya tingkat buta huruf di antara warga dan banyak kekurangan dokumentasi yang turut menyulitkan proses navigasi.

Baca juga: Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir

Mereka yang tidak masuk dalam daftar NRC diberit waktu 120 hari untuk mengajukan banding ke Pengadilan Orang Asing, yang menurut pemerintah tengah ditambahkan jumlahnya.

Tetapi para aktivis mengatakan, anggota pengadilan itu sering kali kurang memenuhi persyaratan dan hanya tunduk pada target kinerja, sehingga proses tersebut kerap diliputi ketidakkonsistenan dan kesalahan.

Mereka yang ditolak oleh pengadilan dan kehabisan opsi hukum terancam dinyatakan sebagai orang asing dan ditempatkan dalam pusat penahanan dan kemungkinan menghadapi deportasi.

Baca juga: Otoritas India Pulihkan Jaringan Telepon di Sebagian Wilayah Kashmir

Sebanyak 10 pusat penahanan baru telah diumumkan. Salah satunya dengan daya tampung 3.000 orang sedang dibangun di Goalpara, sebelah barat kota Guwahati di Assam.

Kamp-kamp itu, yang telah beroperasi selama bertahun-tahun, saat ini disebut mampu menampung hingga 1.135 orang, menurut pemerintah negara bagian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X