Trump: Pasukan AS Akan Tetap di Afghanistan Meski Ada Kesepakatan Damai dengan Taliban

Kompas.com - 29/08/2019, 23:33 WIB
Personel tentara AS di Afghanistan. AFP / WAKIL KOHSARPersonel tentara AS di Afghanistan.

Zalmay Khalilzad, perwakilan khusus AS untuk perdamaian di Afghanistan, akan melakukan perjalanan dari Doha ke Kabul minggu ini untuk pertemuan dengan para pemimpin Afghanistan.

AS mulai menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 dan menggulingkan para pemimpin Taliban setelah mereka menolak untuk menyerahkan anggota kelompok militan Al Qaeda di balik serangan teror terhadap World Trade Center dan Pentagon, pada 11 September 2001.

Baca juga: Pejabat Senior Taliban: Para Pemberontak Tetap Ingin Perdamaian

Perwira tinggi militer AS, Jenderal Marinir Joseph Dunford, pada Rabu (28/8/2019), mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk berbicara tentang masa depan pasukan kontraterorisme AS di Afghanistan.

"Saya tidak menggunakan kata 'penarikan' sekarang," kata Dunford, yang juga menjabat sebagai ketua Kepala Staf Gabungan di Pentagon.

"Saya benar-benar berpikir itu terlalu dini untuk berbicara tentang bagaimana kehadiran kontraterorisme kita di Afghanistan. Mungkin atau mungkin tidak tanpa penghargaan yang lebih baik untuk kondisi apa yang akan terjadi," kata Dunford.

Baca juga: Trump: Kami Tidak Ingin Afghanistan Jadi Laboratorium Teror

Dunford mengatakan, dalam lingkungan keamanan di Afghanistan saat ini, pasukan keamanan lokal memerlukan dukungan AS untuk menangani kekerasan.

"Jika kesepakatan terjadi di masa depan, jika lingkungan keamanan berubah, maka jelas kami dapat menyesuaikan," kata Dunford.

Halaman:


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X