Ubah Konstitusi Negara, Kim Jong Un Jadi Pemimpin Terkuat Korea Utara

Kompas.com - 29/08/2019, 22:18 WIB
Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato untuk menandai Tahun Baru di lokasi yang dirahasiakan pada 1 Januari 2019. (AFP/KCNA via KNS) Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato untuk menandai Tahun Baru di lokasi yang dirahasiakan pada 1 Januari 2019. (AFP/KCNA via KNS)

PYONGYANG, KOMPAS.com - Parlemen Korea Utara telah menyetujui perubahan konstitusi negara itu demi menguatkan peran Kim Jong Un sebagai kepala negara.

Langkah mengubah konstitusi negara itu dilakukan menyusul penunjukan resmi Kim Jong Un, dari semula pemimpin tertinggi, menjadi kepala negara dan panglima militer.

Penunjukan yang dilakukan pada Juli lalu itu, menurut para analis bertujuan untuk persiapan membahas perjanjian damai antara Korea Utara dengan Amerika Serikat.

Pyongyang telah lama menyerukan perjanjian perdamaian dengan Washington untuk menormalkan hubungan dan mengakhiri Perang Korea 1950-1953, yang baru diakhiri dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.


Baca juga: Korea Utara Luncurkan Rudal sebagai Peringatan kepada AS dan Korsel

"Status hukum Kim Jong Un sebagai wakil negara telah dikonsolidasikan lebih lanjut untuk memastikan panduan monolitik dari Pemimpin Tertinggi atas segala urusan negara," kata presiden presidium Majelis Rakyat, atau Parlemen Tituler, Choe Ryong Hae, seperti dikutip kantor berita Korea Utara, KCNA.

Presiden presidium secara historis menjadi kepala negara nominal. Tetapi dalam konstitusi baru, Kim Jong Un, sebagai ketua Komisi Urusan Negara (SAC), badan pemerintahan tertinggi Korea Utara yang dibentuk pada 2016, merupakan perwakilan tertinggi dari seluruh rakyat Korut, kepala negara, serta komandan tertinggi.

Sementara menurut konstitusi sebelumnya, Kim Jong Un hanya disebut sebagai Pemimpin Tertinggi, yang memerintah kekuatan militer negara secara keseluruhan.

Baca juga: Kim Jong Un Disebut Bisa Berbahaya Saat Musim Dingin

Amandemen konstitusi Korea Utara itu telah disahkan pada Kamis (29/8/2019), dan mengonfirmasi bahwa sistem hukum negara itu telah mengakui Kim Jong Un sebagai kepala negara.

" Konstitusi baru juga memberi wewenang kepada Kim Jong Un untuk mengumumkan peraturan perundang-undangan dan keputusan utama, serta menunjuk maupun memanggil utusan diplomatik ke negara-negara asing," lapor KCNA.

"Dengan amandemen itu, Kim Jong Un berarti telah menghidupkan kembali sistem kepala pemerintahan pada masa kakeknya."

"Kim Jong Un telah menjadi kepala negara Korea Utara secara de facto," kata peneliti senior di Institut Sejong, Cheong Seong-chang, dikutip Reuters.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X