Duterte kepada Islandia: Saya Harap Anda Membeku

Kompas.com - 29/08/2019, 19:45 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. AFP PHOTOPresiden Filipina Rodrigo Duterte.

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali melontarkan serangan kepada Islandia. Kali ini, dia menyoroti hukum yang memperbolehkan adanya aborsi.

Duterte tengah membicarakan soal program keluarga berencana dan memberi contoh petani yang mempunyai tujuh anak ketika tiba-tiba dia menyerang negara Nordik itu.

Baca juga: Kampanye Anti-Narkobanya Dicampuri, Duterte Berniat Putus Hubungan Diplomatik dengan Islandia

Diwartakan Rappler, presiden berjuluk Digong itu mengatakan Islandia lebih khawatir dengan pengedar narkoba yang dianggap membuat "disfungsi sosial", tapi mengizinkan janin "dibantai".

"Islandia membolehkan janin berusia di atas enam bulan yang berada dalam rahim ibu dibantai. Brengsek," ujar Duterte disambut tepuk tangan hadirin.

Mantan Wali Kota Davao itu menyerang dengan menyatakan Islandia tidak makan apa pun selain es, dan menyebut mereka tidak tahu malu karena mengajarinya melakukan sesuatu.

"Saya ikut menyesal kepada kalian. Karena Anda tinggal di es selamanya. Saya harap Anda membeku seiring waktu," tutur presiden dengan julukan lain The Punisher itu.

Sebelumnya, Duterte juga melontarkan sindiran bahwa Reykjavik tidak mempunyai masalah "selain es", dengan kenyataannya Islandia juga mengalami musim panas.

Perseteruan Duterte dimulai ketika Islandia mengusulkan resolusi kepada Dewan HAM PBB (UNHCR) supaya kampanye melawan narkoba di Filipina diselidiki.

Usul itu disikapi Duterte dengan marah. Presiden berusia 74 tahun itu menuding Islandia sama sekali tidak memahami situasi di negaranya sehingga mengusulkan demikian.

Bahkan karena muncul usulan terkait dugaan pelanggaran HAM serta pembunuhan ekstrayudisial tersebut, Duterte mempertimbangkan melakukan pemutusan hubungan diplomatik.

Di Islandia, aborsi baru dilegalkan ketika usia kehamilan mencapai 22 pekan. Namun sebelumnya, persetujuan harus didapatkan komite di kehamilan 16 pekan.

Melalui undang-undang yang disahkan Mei lalu, keputusan apakah janinnya harus digugurkan atau tidak kini bakal bergantung kepada calon ibu tersebut.

Baca juga: Duterte: Masalah Islandia adalah Terlalu Banyak Es

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X