Situs Web Resminya Tak Tampilkan Palestina, Kemenlu AS Dikecam

Kompas.com - 28/08/2019, 10:25 WIB
Warga Palestina berkumpul saat aksi protes memperingati 71 tahun Nakba, atau malapetaka, ketika ratusan ribu mereka dipaksa meninggalkan rumah di tengah perang yang mengelilingi kemerdekaan Israel pada 1948, dekat perbatasan Israel-Gaza, bagian timur Kota Gaza, Rabu (15/5/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed SalemWarga Palestina berkumpul saat aksi protes memperingati 71 tahun Nakba, atau malapetaka, ketika ratusan ribu mereka dipaksa meninggalkan rumah di tengah perang yang mengelilingi kemerdekaan Israel pada 1948, dekat perbatasan Israel-Gaza, bagian timur Kota Gaza, Rabu (15/5/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Para pemimpin Palestina dibuat meradang setelah situs web resmi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tak tampilkan negara mereka.

Situs itu tidak lagi menampilkan Otoritas Palestina. Sebuah arsip periode 2009-2017 menunjukkan negara itu berada daftar negara baik di lama pemuka maupun seksi Biro Dekat Timur.

Dilaporkan AFP Selasa (27/8/2019), Kementerian Kemenlu AS memberi klarifikasi saat dikonfirmasi. " Situs web itu diperbarui. Tidak ada perubahan dalam kebijakan kami," tegas mereka.

Baca juga: Israel Ungkap Iran Berusaha Rekrut Agen Rahasia dari Palestina

Hanya saja, juru bicara kemenlu tidak menyebutkan apakah situs itu, yang baru-baru ini mengalami desain ulang, akan memasukkan lagi entri bagi Palestina.

Tetapi para petinggi Palestina meragukan bahwa perubahan, yang diikuti penghapusan istilah "wilayah pendudukan" di sejumlah media AS, tidak disengaja.

Setelah rapat kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh, para petinggi itu mengemukakan bahwa perubahan itu menunjukkan sikap bias Washington terhadap Israel.

Dikutip media resmi WAFA, kabinet Palestina berujar perubahan itu tidak boleh mengesampingkan hak mereka yang diakui secara bulat oleh negara di dunia.

Saeb Erekat, Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina sekaligus negosiator veteran berujar, penghapusan itu tidak lagi mewakili kepentingan AS.

Tetapi mengakomodasi dewan pendudukan Israel. "Memutuskan untuk tidak meyakini kebenaran bukan berarti berhak untuk menghapus keberadaannya," ujar Erekat.

Mantan Duta Besar AS untuk Israel di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, Dan Shapiro, menyebut perubahan pada situs web Kemenlu AS hal yang gila.

Halaman:


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X