Taiwan Beli Jet Tempur F-16, Beijing Gelar Latihan Militer di Laut China Timur

Kompas.com - 27/08/2019, 20:47 WIB
Presiden China Xi Jinping saat melakukan inspeksi pasukan sebelum digelarnya parade perayaan 70 tahun Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, di Qingdao, Provinsi Shandong, Selasa (23/4/2019). SCMP / XINHUAPresiden China Xi Jinping saat melakukan inspeksi pasukan sebelum digelarnya parade perayaan 70 tahun Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, di Qingdao, Provinsi Shandong, Selasa (23/4/2019).

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China mengumumkan bakal menggelar latihan militer di wilayah Laut China Timur yang dekat dengan pulau Taiwan, pekan ini.

Latihan militer tersebut akan menjadi yang ketiga dalam sebulan terakhir dan digelar menyusul persetujuan Amerika Serikat baru-baru ini dalam penjualan senjata ke Taiwan, termasuk jet tempur F-16.

Menjelang latihan militer yang akan dilancarkan Beijing, kapal-kapal akan dilarang memasuki wilayah perairan lepas pantai provinsi Zhejiang, selama 48 jam, mulai pukul 18.00 pada Selasa (27/8/2019).

Baca juga: Presiden Taiwan Sebut Latihan Militer China adalah Ancaman, tetapi...


Dilansir AFP, informasi tersebut disampaikan Badan Keselamatan Maritim Zhejiang, dalam pernyataannya, Senin (26/8/2019).

Namun tidak ada laporan terperinci mengenai skala latihan militer maupun unit yang terlibat.

Menurut laporan surat kabar Global Times, yang didukung pemerintah, latihan militer yang digelar merupakan "live-fire drill", di mana latihan menerapkan skenario realistis dan menggunakan peralatan yang spesifik.

"Gagasannya adalah demi dapat mempersiapkan menghadapi konflik dengan lebih baik serta menghalangi Taiwan (dari) mengambil jalan kemerdekaan."

"Serta menggagalkan intervensi AS jika konflik pecah antara China dengan Taiwan," kata Adam Ni, peneliti China di Universitas Macquarie di Sydney.

Baca juga: Tentara China Jalani Lebih dari 18.000 Latihan Militer Selama 2018

Sebelumnya, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) telah menggelar dua latihan militer di dekat Selat Taiwan pada akhir Juli lalu.

Latihan militer itu juga dilangsungkan di tengah peningkatan ketegangan antara China dan Taiwan, sejak Presiden Tsai Ing-wen berkuasa pada 2016, karena partainya menolak gagasan bahwa Taiwan adalah bagian dari "Satu China".

Sebagai tanggapan, Beijing telah memutus saluran komunikasi resmi, menggenjot latihan militer, meningkatkan tekanan ekonomi, serta membasmi hubungan diplomatik sekutu Taiwan.

China menganggap Taiwan, yang memerintah sendiri sejak berakhirnya perang saudara pada 1949, masih sebagai bagian dari pemerintahannya dan memastikan bahwa wilayah itu akan kembali bersatu di bawah pemerintahan Beijing.

Baca juga: Militer China Gelar Latihan di Tiga Wilayah Perairan yang Berbeda

Serangkaian latihan militer itu menyusul sebuah laporan resmi pertahanan yang diterbitkan pada bulan Juli lalu, di mana militer China memperingatkan tentang tantangan yang berkembang dari pasukan pro-kemerdekaan di Taiwan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

Internasional
Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X