Kompas.com - 27/08/2019, 20:47 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China mengumumkan bakal menggelar latihan militer di wilayah Laut China Timur yang dekat dengan pulau Taiwan, pekan ini.

Latihan militer tersebut akan menjadi yang ketiga dalam sebulan terakhir dan digelar menyusul persetujuan Amerika Serikat baru-baru ini dalam penjualan senjata ke Taiwan, termasuk jet tempur F-16.

Menjelang latihan militer yang akan dilancarkan Beijing, kapal-kapal akan dilarang memasuki wilayah perairan lepas pantai provinsi Zhejiang, selama 48 jam, mulai pukul 18.00 pada Selasa (27/8/2019).

Baca juga: Presiden Taiwan Sebut Latihan Militer China adalah Ancaman, tetapi...

Dilansir AFP, informasi tersebut disampaikan Badan Keselamatan Maritim Zhejiang, dalam pernyataannya, Senin (26/8/2019).

Namun tidak ada laporan terperinci mengenai skala latihan militer maupun unit yang terlibat.

Menurut laporan surat kabar Global Times, yang didukung pemerintah, latihan militer yang digelar merupakan "live-fire drill", di mana latihan menerapkan skenario realistis dan menggunakan peralatan yang spesifik.

"Gagasannya adalah demi dapat mempersiapkan menghadapi konflik dengan lebih baik serta menghalangi Taiwan (dari) mengambil jalan kemerdekaan."

"Serta menggagalkan intervensi AS jika konflik pecah antara China dengan Taiwan," kata Adam Ni, peneliti China di Universitas Macquarie di Sydney.

Baca juga: Tentara China Jalani Lebih dari 18.000 Latihan Militer Selama 2018

Sebelumnya, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) telah menggelar dua latihan militer di dekat Selat Taiwan pada akhir Juli lalu.

Latihan militer itu juga dilangsungkan di tengah peningkatan ketegangan antara China dan Taiwan, sejak Presiden Tsai Ing-wen berkuasa pada 2016, karena partainya menolak gagasan bahwa Taiwan adalah bagian dari "Satu China".

Sebagai tanggapan, Beijing telah memutus saluran komunikasi resmi, menggenjot latihan militer, meningkatkan tekanan ekonomi, serta membasmi hubungan diplomatik sekutu Taiwan.

China menganggap Taiwan, yang memerintah sendiri sejak berakhirnya perang saudara pada 1949, masih sebagai bagian dari pemerintahannya dan memastikan bahwa wilayah itu akan kembali bersatu di bawah pemerintahan Beijing.

Baca juga: Militer China Gelar Latihan di Tiga Wilayah Perairan yang Berbeda

Serangkaian latihan militer itu menyusul sebuah laporan resmi pertahanan yang diterbitkan pada bulan Juli lalu, di mana militer China memperingatkan tentang tantangan yang berkembang dari pasukan pro-kemerdekaan di Taiwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
100 HARI KELILING INDONESIA
Perjalanan KRI Bima Suci Menuju Laut China Selayan Yang Dikenal Berombak Ganas
Perjalanan KRI Bima Suci Menuju Laut...
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.