Presiden Perancis Undang Menlu Iran ke KTT G7, Trump "Kaget"

Kompas.com - 26/08/2019, 05:58 WIB
Foto yang diunggah di akun Twitter Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menunjukkan pertemuan dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron (kanan) di sela agenda KTT G7 di Biarritz, Minggu (25/8/2019). AFP/Twitter Javad ZarifFoto yang diunggah di akun Twitter Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menunjukkan pertemuan dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron (kanan) di sela agenda KTT G7 di Biarritz, Minggu (25/8/2019).

BIARRITZ, KOMPAS.com - Pesiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump dibuat "kaget" dengan kehadiran Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, di KTT G7 di Biarritz, Perancis.

Washington mengaku tidak tahu dengan kedatangan Zarif di sela pertemuan, sementara Trump memilih tidak berkomentar atas keputusan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Dilansir Sky News Minggu (25/8/2019), Menlu Iran itu langsung meninggalkan kota lokasi KTT G7 itu selepas menggelar pertemuan dengan Macron yang dia unggah di Twitter.

Baca juga: Presiden Iran: Bicara dengan AS Tidak Ada Gunanya


Dalam fotonya, Zarif nampak tersenyum dengan Macron berada di hadapannya. Dia menuturkan bertemu Macron selepas menggelar agenda dengan Menlu Perancis, Jean-Yves Le Drian.

"Diplomasi aktif Iran dalam melaksanakan dialog yang konstruktif berlangsung. Jalan yang terbentang di depan sulit, namun layak dicoba," beber Zarif.

Pejabat Perancis mengatakan, undangan itu bertujuan menurunkan tensi yang dipicu sanksi terhadap Teheran selepas AS keluar dari perjanjian nuklir 2015 dan insiden penyanderaan dua kapal tanker.

Macron menjadi garda terdepan Eropa dalam menyelamatkan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), nama perjanjian nuklir itu, setelah Trump keluar 2018 lalu.

Melalui kesepakatan yang dibuat mantan Presiden Barack Obama, Iran setuju mengurangi produksi nuklirnya dan siap diinspeksi dengan balasan sebagian sanksi dicabut.

Setelah mengumumkan keluar, Trump langsung menandatangani paket sanksi yang membatasi penjualan komoditas utama Iran, minyak, dan membuat ekonomi negara itu kolaps.

Presiden 73 tahun itu nampaknya berselisih dengan koleganya tersebut atas sejumlah poin di mana pejabat Perancis menuturkan, Macron bakal menyampaikannya ke Iran.

Namun, Trump membantah telah menyiratkan pesan seperti itu. "Saya belum mendiskusikannya," katanya kepada jurnalis di tengah pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X