Kerusuhan Kembali Hantam Hong Kong, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Kompas.com - 24/08/2019, 21:16 WIB
Polisi huru-hara bentrok dengan pengunjuk rasa saat protes di Hong Kong, China, Sabtu (24/8/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/TYRONE SIUPolisi huru-hara bentrok dengan pengunjuk rasa saat protes di Hong Kong, China, Sabtu (24/8/2019).

"Saya mengerti bahwa melakukan aksi damai tidak akan menyelesaikan apa pun," terang remaja 19 tahun yang masuk dalam kelompok brave bernama Ryan.

Dia menuturkan jika aksi dilakukan secara damai, pemerintah pasti tidak akan menanggapi. "Jadi jika saya ditangkap, itu semata karena saya menyuarakan keadilan," tegasnya.

China menggunakan campuran antara intimidasi, propaganda, dan tekanan ekonomi untuk membungkam demo. Sesuatu yang disebut sebagai "teror putih" oleh demonstran.

Baca juga: Diduga Kampanyekan Melawan Demo Hong Kong, 210 Channel YouTube Dinonaktifkan

Tidak Ada Masa Depan

Aksi protes dimulai ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan undang-undang yang bisa mengekstradisi kriminal ke China daratan.

Pendemo menyatakan, kebebasan unik yang mereka dapatkan terancam dengan semakin kuatnya cengkeraman politik China di pusat finansial dunia itu.

Meningkatnya biaya hidup serta kesulitan mendapat pekerjaan jadi salah satu motivasi generasi muda ketika turun ke jalan dan ikut berdemo.

Polisi menjadi target yang paling disasar oleh pendemo karena penanganan mereka yang dianggap brutal dalam krisis selama tiga bulan terakhir.

Lueng yang masuk dalam kelompok garis depan menuturkan, motivasi utamanya saat turun ke jalan adalah karena dia tidak melihat ada masa depan dengan rezim ini.

Warga Hong Kong yang lebih senior mendukung gerakan generasi muda. Meski mereka tidak sepakat dengan pendekatan yang berbuah kepada kekacauan.

"Anak-anak muda yang memutuskan untuk ikut berdemo sudah meletakkan masa depannya. Mereka melakukannya demi Hong Kong," kata Dee Cheung yang berusia 65 tahun.

Baca juga: Demo Hong Kong Berlanjut, Mahasiswa Berencana Boikot Perkuliahan selama 2 Pekan

Halaman:


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X