Diduga Coba Selundupkan 3 Ekor Anak Kucing ke Singapura, 2 Pria Ditahan

Kompas.com - 23/08/2019, 21:06 WIB
Tiga ekor anak kucing yang disembunyikan dengan kain hitam dan ditemukan petugas Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan di dalam mobil pria Singapura. CHANNEL NEWS ASIA / SINGAPORE IMMIGRATION AND CHECKPOINTS AUTHORITYTiga ekor anak kucing yang disembunyikan dengan kain hitam dan ditemukan petugas Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan di dalam mobil pria Singapura.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Dua pria asal Singapura ditahan dan diserahkan ke Dewan Taman Nasional (NParks) setelah kedapatan menyembunyikan tiga ekor anak kucing di mobilnya saat melintasi pos pemeriksaan di Woodlands.

Kedua pria tersebut, pengemudi yang berusia 21 tahun dan penumpangnya yang berusia 20 tahun, dituduh berupaya menyelundupkan hewan ke Singapura.

Disampaikan Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura, Jumat (23/8/2019), petugas mendapati kedua pria tersebut tampak gugup dan menghindari kontak mata saat melalui pos pemeriksaan pada Selasa (20/8/2019).

Baca juga: Tepergok saat Hendak Mencuri Bra Pakai Payung, Pria Singapura Dibui


Petugas lantas memeriksa bagian dalam mobil dan mendapati ada tiga ekor anak kucing yang dibungkus kain hitam dan disembunyikan di bawah karpet di kursi penumpang. Ketiga ekor hewan itu tampak dibius.

"Anak-anak kucing itu sekarang berada di bawah perawatan dan karantina NParks dan rencananya akan dicarikan orang yang bersedia memeliharanya," kata ICA dalam postingan di Facebook.

ICA menambahkan, hewan yang diselundupkan memiliki risiko kesehatan karena status kesehatannya tidak diketahui dan dikhawatirkan dapat menularkan penyakit, seperti rabies, ke Singapura.

“Kondisi dan cara buruk di mana hewan diselundupkan akan menyebabkan hewan-hewan itu merasakan penderitaan yang tidak perlu atau bahkan kematian,” kata ICA, seperti dikutip Channel News Asia.

Baca juga: Tidak Lapor Bawa Uang Tunai Rp 5 Milliar ke Singapura, Pria Indonesia Didenda Rp 284 Juta

Mobil yang dikemudikan kedua pria itu terdaftar di Singapura. Sementara dua pria ditahan untuk dimintai keterangan dan penyelidikan lebih lanjut.

Undang-undang di Singapura mengancam pihak-pihak yang bersalah mengimpor hewan atau burung hidup secara ilegal ke negara itu dengan denda hingga 10.000 dollar Singapura (sekitar Rp 102 juta) dan atau satu tahun penjara.

Sementara jika terbukti bersalah atas tindakan kekejaman terhadap hewan, dapat didenda hingga 15.000 dollar Singapura (sekitar Rp 153 juta) dan atau penjara hingga 18 bulan.

Kasus serupa diketahui pernah terjadi pada Januari lalu, di mana seorang warga Singapura diduga berupaya menyelundupkan empat ekor anak kucing.

Baca juga: Pria Singapura Coba Selundupkan Anak Kucing yang Disembunyikan Dalam Celana

Pria tersebut mengendarai mobil dari Malaysia dan hendak memasuki Singapura, namun petugas yang berjaga di pos pemeriksaan curiga setelah mendengar suara kucing dan melihat tonjolan pada celana pengemudi.

Dan saat diperiksa, petugas menemukan empat ekor anak kucing hidup dari dalam celana pengemudi itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Internasional
Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X