Kementerian Kesehatan India Usul Larang Rokok Elektrik, Hukuman Penjara bagi Pelanggar

Kompas.com - 23/08/2019, 14:07 WIB
Salah satu anggota komunitas VapesquadIndo sedang menggunakan rokok elektrik (vaporizer) di toko The Colony Vape Bintaro, Kamis (25/8/2016). Tren rokok elektrik saat ini mulai menjadi gaya hidup baru dan menjadi alternatif bagi para perokok. RADITYO HERDIANTOSalah satu anggota komunitas VapesquadIndo sedang menggunakan rokok elektrik (vaporizer) di toko The Colony Vape Bintaro, Kamis (25/8/2016). Tren rokok elektrik saat ini mulai menjadi gaya hidup baru dan menjadi alternatif bagi para perokok.

INDIA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan India mengajukan usulan untuk melarang produksi dan impor rokok elektrik.

Pihak kementerian khawatir, rokok elektrik menjadi "epidemi" di kalangan anak-anak dan orang dewasa muda. Rokok elektrik dianggap sebagai pintu masuk bagi penggunaan tembakau.

"Rokok elektrik dan teknologi serupa yang mendorong penggunaan tembakau atau berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat berbahaya bagi pengguna aktif maupun pasif," kata kementerian kesehatan India seperti dikutip Reuters, Kamis (22/8/2019).

Rancangan usulan itu juga menyebut soal hukuman penjara selama satu tahun dan denda 1.400 dolar AS (Rp 19 juta) bagi para pelanggar.

Mereka yang melakukan pelanggaran berulang, dikenakan sanksi tiga tahun penjara dan denda maksimal 7.000 dolar AS (Rp 1,2 miliar).

Belum jelas kapan rancangan usulan ini akan disetujui atau direvisi. Sampai saat ini, Kementerian kesehatan India belum memberikan konfirmasi apapun.

Usulan kebijakan ini menjadi pukulan serius bagi perusahaan rokok besar Jull Lab Inc dan Philip Morris yang berencana meluncurkan rokok elektrik di India.

Jull Lab bahkan telah mempekerjakan eksekutif senior dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Puntung Rokok dan Plastik Sekali Pakai, Dominasi Sampah di Pantai dan Kawasan Bawah Laut

Hingga kini, dampak kesehatan rokok elektrik masih memicu perdebatan. Menurut para pendukungnya, rokok elektrik lebih aman daripada rokok tembakau.

Namun, banyak aktivis anti-tembakau yang menentang rokok elektrik. Menurut mereka, rokok elektrik dapat memicu kecanduan nikotin dan mendorong orang mengonsumsi tembakau.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X