Fedor, Robot Manusia yang Dikirim Rusia ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

Kompas.com - 22/08/2019, 12:48 WIB
Foto bertanggal 26 Juli 2019, yang dirilis perusahaan luar angkasa Rusia, ROSCOSMOS pada 21 Agustus, yang menunjukkan sosok robot humanoid Fedor, yang akan dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. AFP PHOTO / ROSCOSMOS SPACE AGENCYFoto bertanggal 26 Juli 2019, yang dirilis perusahaan luar angkasa Rusia, ROSCOSMOS pada 21 Agustus, yang menunjukkan sosok robot humanoid Fedor, yang akan dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

MOSKWA, KOMPAS.com —  Rusia akan mengirimkan sebuah robot humanoid seukuran manusia ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menggunakan roket tak berawak, Kamis (22/8/2019).

Robot tersebut akan ditugaskan dalam misi selama 10 hari di ISS untuk membantu astronot sekaligus belajar.

Robot bernama Fedor, yang merupakan singkatan dari Final Object Demonstration Research atau Riset Demonstrasi Obyek Akhir, dan bernomor identifikasi Skybot F850 itu akan menjadi yang pertama dikirim oleh Rusia ke luar angkasa.

Baca juga: Robot Biksu, Cara Kuil Buddha Berusia 400 Tahun di Jepang Gaet Kaum Muda


Fedor diluncurkan menggunakan roket Soyuz dari kosmodrom Rusia, Baikonur, Kazakhstan, pukul 06.38 pagi waktu Moskwa, dan dijadwalkan tiba di ISS pada Sabtu mendatang untuk tinggal di sana hingga 7 September.

Roket Soyuz biasanya diawaki manusia untuk misi perjalanan seperti ini. Namun, pada Kamis tidak ada astronot manusia yang akan turut diberangkatkan.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menguji coba sistem penyelamatan darurat terbaru.

Sebagai ganti astronot manusia, Fedor, robot berbentuk manusia berwarna perak dengan tinggi 180 sentimeter dan berat 160 kilogram itu, akan duduk di kursi pilot roket yang didesain khusus.

Baca juga: Pabrik Robot Denmark Incar Pasar Industri Perakitan Otomotif Nasional

Fedor selama ini telah diajarkan untuk melakukan sejumlah keterampilan, seperti membuka tutup botol. Nantinya kemampuan yang telah dipelajari di Bumi itu akan coba dipraktikkan robot itu di luar angkasa dengan gravitasi yang sangat rendah.

"Robot itu telah diajarkan untuk melakukan hal-hal seperti menyambung dan memutus kabel listrik serta menggunakan peralatan standar, seperti obeng atau kunci pas, untuk alat pemadam kebakaran," kata Direktur Badan Antariksa Rusia untuk program dan ilmu pengetahuan prospektif, Alexander Bloshenko, dalam sebuah komentar di televisi.

Fedor juga dirancang untuk dapat menirukan gerakan manusia, keterampilan utama yang memungkinkannya membantu astronot dari jarak jauh atau bahkan orang-orang di Bumi untuk menjalankan tugas.

"Robot-robot seperti itulah yang pada akhirnya akan menjalankan operasi berbahaya, seperti penjelajahan luar angkasa," kata Bloshenko kepada kantor berita RIA Novosti, yang dikutip AFP.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X