Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Kompas.com - 21/08/2019, 17:32 WIB
Bendera Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dibentangkan di Baghouz, desa terpencil dekat perbatasan Irak. Bendera itu ditempatkan sebagai tanda kemenangan atas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada Sabtu (23/3/2019). via Sky NewsBendera Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dibentangkan di Baghouz, desa terpencil dekat perbatasan Irak. Bendera itu ditempatkan sebagai tanda kemenangan atas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada Sabtu (23/3/2019).

KOMPAS.com - Lima bulan usai terusir dari benteng terakhirnya di wilayah Timur Tengah setelah dipukul mundur pasukan Suriah dan koalisi AS, kelompok teroris ISIS diyakini telah mulai kembali menggalang kekuatan.

Menurut para intelijen Amerika Serikat, anggota ISIS telah melancarkan serangan gerilya di seluruh Iran dan Suriah sembari merekrut anggota baru di kamp-kamp pengungsian yang dikelola negara sekutu.

Sel-sel tidur kelompok teroris itu juga disebut telah menjalankan serangan penembak jitu, penculikan, hingga pembunuhan terhadap pasukan keamanan dan para pemimpin politik dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: ISIS Mulai Bangkit di Tengah Rencana AS Memulangkan Pasukan

Diduga ISIS saat ini masih memiliki sekitar 18.000 tentara dan telah menyelundupkan dana perang hingga sebesar 400 juta dollar AS (sekitar Rp 5,7 triliun) ke negara-negara tetangga untuk membantu biaya perang melawan Barat.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengakui bahwa kelompok ISIS masih memiliki kekuatan di sejumlah wilayah, namun menyebut kapasitas kelompok teroris itu untuk melakukan serangan telah jauh berkurang.

"Ini hal yang rumit. Pasti ada tempat-tempat di mana ISIS lebih kuat saat ini daripada tiga atau empat tahun lalu," ujar Pompeo dalam wawancara dengan CBS.

"Akan tetapi kekhalifahan yang diproklamirkan kelompok itu telah hilang dan kini menjadi lebih sulit untuk melancarkan serangan," tambah Pompeo ketika ditanya mengenai laporan New York Times yang menyatakan ISIS memperoleh kekuatan baru di Irak dan Suriah.

Baca juga: Diduga Ingin Gabung ISIS di Suriah, 2 Warga Singapura Ditahan

Pompeo mengatakan, rencana mengalahkan kelompok ISIS di wilayah itu, yang dilakukan bersama dengan 80 negara lain telah berjalan sukses.

Presiden AS Donald Trump pada Desember tahun lalu juga menegaskan pasukan AS berhasil menjalankan misi mengalahkan ISIS di Suriah, sehingga keberadaan mereka di negara itu sudah tidak diperlukan.

Akan tetapi Pompeo memperingatkan bahwa selalu ada risiko kebangkitan kelompok teroris Islam radikal, termasuk Al Qaeda dan ISIS.

Halaman:


Sumber AFP,Mirror
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X