Ambil Pasir dari Pantai Italia, Pasangan Turis dari Perancis Terancam Dipenjara

Kompas.com - 20/08/2019, 22:18 WIB
Pantai Spiaggia del Principe di Costa Smeralda, Italia. ShutterstockPantai Spiaggia del Principe di Costa Smeralda, Italia.

PORTO TORRES, KOMPAS.com - Sepasang turis asal Perancis terancam tak hanya mendapat denda, namun juga penjara setelah ketahuan mengambil pasir di pantai Sardinia, Italia.

Pasangan yang tidak diketahui identitasnya itu dihentikan polisi ketika mereka bersiap untuk pulang ke Toulon dengan menaiki kapal feri setelah membawanya sebagai suvenir.

Baca juga: Kakek Buta Ini Hidup di Pos Ronda, Berjualan Barang Bekas dan Angkut Pasir untuk Hidup

Dilansir BBC via Newsweek Senin (19/8/2019), pasangan turis Perancis itu membawa 14 botol plastik berisi pasir putih pantai Italia dengan berat mencapai 40 kg.


Saat ditemukan di bagian bagasi, mereka mengaku tidak tahu perbuatan mereka melanggar hukum dan membawanya dari pantai Chia yang berlokasi di selatan Sardinia.

Pasangan itu kemudian digelandang ke kantor polisi di mana mereka berdua dijerat menggunakan pasal pencurian serta mengambil apa yang menjadi barang publik.

Menurut pakar lingkungan lokal Pierluigi Cocco, ada dua ancaman yang diterima pantai Sardinia. Pertama adalah erosi yang merupakan sebab alami maupun perubahan iklim.

"Kedua adalah pencurian pasir yang dilakukan wisatawan," kata Cocco. Pasir Sardinia adalah barang populer untuk dijual dengan penyelundupan dilakukan setiap tahun.

Pada Agustus 2017, pemerintah setempat mengesahkan peraturan untuk menghukum para pencuri pasir, batu, maupun kulit kerang ancaman dipenjara selama enam tahun.

Sardinia merupakan pulau kedua terbesar di Mediterania wisatawan tak hanya karena pantainya indah. Namun juga makanan serta kebudayaan yang unik.

Sekitar tiga juta turis mengunjungi daerah semi-otonomi yang juga terkenal dengan jalur pendakian berkilo-kilometer jauhnya setiap tahunnya.

Berdasarkan pemberitaan The Local, pencurian pasir menjadi problem dengan lebih dari 10 ton disita dalam satu dekade terakhir, dan diselundupkan melalui Bandara Olbia.

Awal tahun ini, bandara bermitra dengan cagar alam setempat untuk mengembalikan kerikil hingga kerang ke lokaso asal. Lebih dari enam ton sudah kembali ke Porto San Paolo.

Sardinia bukan satu-satunya yang bermasalah dengan pencurian pasir. Hawaii juga mengalami dengan AS mengenakan denda hingga 100.000 dollar, atau Rp 1,4 miliar.

Baca juga: Badai Pasir di Bromo Bikin Pandangan Terbatas, Perbukitan Tertutup Abu

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X