12 Minggu Demo Hong Kong, 180 Polisi Terluka, Keluarga dan Kerabat Jadi Sasaran Intimidasi

Kompas.com - 19/08/2019, 11:48 WIB
Massa pengunjuk rasa membawa plakat dalam aksi demo di Hong Kong, Minggu (18/8/2019). AFP / LILLIAN SUWANRUMPHAMassa pengunjuk rasa membawa plakat dalam aksi demo di Hong Kong, Minggu (18/8/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Aksi demonstrasi telah mewarnai Hong Kong selama kurang lebih 12 minggu, dengan sebagian besar unjuk rasa digelar selama akhir pekan.

Aksi protes yang dipicu gerakan menolak UU Ekstradisi itu dalam beberapa pekan terakhir selalu tak luput dari bentrokan dengan petugas keamanan, yang sampai harus menembakkan peluru karet dan gas air mata.

Tak hanya menimbulkan korban luka dari massa pengunjuk rasa, aksi demonstrasi juga menyebabkan petugas polisi anti-huru hara terluka.

Pemerintah Hong Kong mengungkapkan, telah ada sekitar 180 petugas polisi yang diserang dan terluka selama berlangsungnya protes.


Baca juga: Ketegangan Antara Massa Pro-Hong Kong dan Pro-China Terus Meningkat di Australia

Tak hanya petugas polisi yang bersinggungan langsung dengan massa demonstrasi, disebutkan pula keluarga dan kerabat polisi turut menjadi sasaran intimidasi.

Seorang juru bicara pemerintah Hong Kong mengatakan, menyesalkan aksi massa pada Minggu (18/8/2019), yang digelar lalu oleh sebuah organiasi massa, yang menargetkan polisi dalam slogannya.

Dilaporkan Channel News Asia, organisasi Front Hak Asasi Warga Sipil (CHRF), yang berada di belakang aksi unjuk rasa ratusan ribu orang turun ke jalan pada Juni dan Juli lalu, kembali menggelar aksi demonstrasi "rasional dan tanpa kekerasan", Minggu (18/8/2019).

Para pengunjuk rasa berkumpul di Victoria Park untuk menunjukkan kepada pemerintah bahwa mereka masih mendapat dukungan luas dari publik, meski kekerasan meningkat.

Baca juga: Dampak Unjuk Rasa Hong Kong, Industri Perhotelan Alami Penurunan

Sejumlah pengunjuk rasa tampak membawa plakat yang memuat pesan yang menyudutkan aparat kepolisian. Massa juga membagikan selebaran berisi pesan yang menggambarkan aparat polisi secara negatif.

Juru bicara pemerintah Hong Kong, pada Minggu (18/8/2019), mengatakan bahwa polisi mengerahkan "kekuatan minimum" dalam menghadapi aksi tersebut.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Jon Bon Jovi yang Beri Makan Kaum Papa Melalui Restoran 'Soul Kitchen'

Kisah Jon Bon Jovi yang Beri Makan Kaum Papa Melalui Restoran "Soul Kitchen"

Internasional
2 Insiden Penembakan Terjadi dalam Sehari di Washington, 2 Orang Tewas dan 7 Luka-luka

2 Insiden Penembakan Terjadi dalam Sehari di Washington, 2 Orang Tewas dan 7 Luka-luka

Internasional
Hati-hati, Gunakan Vape di India Bakal Diancam Penjara 3 Tahun dan Denda Rp 140 Juta

Hati-hati, Gunakan Vape di India Bakal Diancam Penjara 3 Tahun dan Denda Rp 140 Juta

Internasional
Dukun Anti-Putin Asal Siberia yang Ditahan Rusia Dikurung di Bangsal Psikiatrik

Dukun Anti-Putin Asal Siberia yang Ditahan Rusia Dikurung di Bangsal Psikiatrik

Internasional
Mahathir: Tanya Jokowi Kenapa Tak Mau Menerima Bantuan Kami

Mahathir: Tanya Jokowi Kenapa Tak Mau Menerima Bantuan Kami

Internasional
Tanggapi Serangan ke Pabrik Minyak Saudi, Pentagon Buat Daftar Target Iran ke Trump

Tanggapi Serangan ke Pabrik Minyak Saudi, Pentagon Buat Daftar Target Iran ke Trump

Internasional
Korea Utara Sambut Baik Usul 'Metode Baru' Trump dalam Pembicaraan Denuklirisasi

Korea Utara Sambut Baik Usul "Metode Baru" Trump dalam Pembicaraan Denuklirisasi

Internasional
China 'Sambut Baik' Kiribati Putus Hubungan dengan Taiwan

China "Sambut Baik" Kiribati Putus Hubungan dengan Taiwan

Internasional
Kilang Minyaknya Diserang, Koalisi Arab Saudi Lancarkan Operasi Militer ke Yaman

Kilang Minyaknya Diserang, Koalisi Arab Saudi Lancarkan Operasi Militer ke Yaman

Internasional
Bertahun-tahun Disiksa Orangtua, Bocah 8 Tahun di Ukraina Bunuh Diri

Bertahun-tahun Disiksa Orangtua, Bocah 8 Tahun di Ukraina Bunuh Diri

Internasional
Taiwan Putus Hubungan Diplomatik dengan Kiribati karena Akui China

Taiwan Putus Hubungan Diplomatik dengan Kiribati karena Akui China

Internasional
Selamatkan Ayahnya yang Terkena Kanker Darah, Bocah Ini Sumbangkan Sumsum Tulang

Selamatkan Ayahnya yang Terkena Kanker Darah, Bocah Ini Sumbangkan Sumsum Tulang

Internasional
Terus Bertambah, Lebih dari 500 Pengguna Vape di AS Terjangkit Penyakit Paru-paru Misterius

Terus Bertambah, Lebih dari 500 Pengguna Vape di AS Terjangkit Penyakit Paru-paru Misterius

Internasional
AS Terbitkan Visa bagi Presiden dan Menlu Iran untuk Hadiri Sidang Umum PBB

AS Terbitkan Visa bagi Presiden dan Menlu Iran untuk Hadiri Sidang Umum PBB

Internasional
Serangan di Pabrik Minyak Saudi Aramco, Begini Solusi dari AS

Serangan di Pabrik Minyak Saudi Aramco, Begini Solusi dari AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X