Kim Jong Un Disebut Bisa Berbahaya Saat Musim Dingin

Kompas.com - 18/08/2019, 21:57 WIB
Foto yang dirilis oleh KCNA pada 17 Agustus 2019 menunjukkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersenyum dengan para pejabat militer senior yang mengelilinginya juga tertawa ketika merayakan kesuksesan peluncuran senjata pada Jumat (16/8/2019). AFP/KCNA VIA KNSFoto yang dirilis oleh KCNA pada 17 Agustus 2019 menunjukkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersenyum dengan para pejabat militer senior yang mengelilinginya juga tertawa ketika merayakan kesuksesan peluncuran senjata pada Jumat (16/8/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pakar menyatakan, Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un disebut bisa lebih berbahaya ketika rakyatnya bersiap menghadapi musim dingin.

Sejak pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump Juni lalu, rezim Kim sudah menggelar setidaknya enam kali uji coba senjata terbaru.

Pakar Korut dari Universitas Clark Profesor Srinivasan Sitaraman mengungkapkan, tes yang dilakukan pemerintahan Kim Jong Un harus dianggap serius.

Baca juga: Kim Jong Un Sangat Puas dengan Uji Coba Rudal Keenam Korea Utara

Dilansir Daily Mirror Sabtu (17/8/2019), Sitaraman menuturkan kekurangan makanan akan dihadapi Korea Utara saat Natal, dan menekan Kim untuk bertindak.

Dia memprediksi pemimpin yang berkuasa sejak 2011 itu bakal terus menunjukkan kemampuan militer karena bergolak atas sanksi yang dijatuhkan, dan mulai beralih ke metode ilegal.

Berbicara dari kampusnya, Sitaraman yang dihormati karena kepakarannya soal Pyongyang menuturkan jika Kim tidak mendapat apa yang dia inginkan, dia bakal terus melanjutkan tes.

"Ini musim panas, jadi segalanya tak berjalan buruk. Tantangan dan masalah yang sesungguhnya baru akan terjadi ketika musim dingin," papar Sitaraman.

Ketika hawa dingin tiba, rakyat Korut bakal merasakan dampak dari sanksi karena kurangnya makanan. Situasi itu bakal membuat Kim terus menentang sanksi.

"Kim Jong Un bakal menyalahkannya kepada PBB dan negara pemberi hukuman. Dia akan berkata 'jika kalian tak mencabutnya, saya akan menaikkan tensinya'," terangnya.

Dalam satu titik ketika negara komunis itu berada di ambang kekurangan stok pangan, mereka bakal melakukan tekanan kepada Washington, yang akan menentukan sikap.

Di satu sisi, Trump tentu tidak berharap tensi dengan Korut meningkat di tengah kesibukannya untuk menggamit periode kedua dalam Pilpres 2020 mendatang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X