Otoritas India Pulihkan Jaringan Telepon di Sebagian Wilayah Kashmir

Kompas.com - 17/08/2019, 20:40 WIB
Pasukan paramiliter India berjaga di kawasan Maisuma, Srinagar, pada Minggu (4/8/2019) malam, setelah wilayah itu ditempatkan dalam penguncian. AFP / TAUSEEF MUSTAFAPasukan paramiliter India berjaga di kawasan Maisuma, Srinagar, pada Minggu (4/8/2019) malam, setelah wilayah itu ditempatkan dalam penguncian.

SRINAGAR, KOMPAS.com - Otoritas India mulai melonggarkan pembatasan di sebagian wilayah Kashmir dengan memulihkan jaringan telepon, setelah lebih dari 10 hari diberlakukannya penguncian.

Pemerintah India telah mengumumkan penghapusan status otonomi khusus untuk kawasan bekas pendudukan Inggris di kaki pegunungan Himalaya itu pada 5 Agustus lalu.

Langkah itu dilanjutkan dengan diberlakukannya penguncian terhadap wilayah Kashmir, dengan memberlakukan jam malam, memutusan sambungan telepon dan layanan komunikasi serta internet.

Baca juga: India Kecam Campur Tangan Dunia Internasional dalam Masalah Kashmir

Namun pada Sabtu (17/8/2019), sambungan telepon di sebagian wilayah Kashmir dikabarkan telah dipulihkan, meski ada aksi protes dan perayaan oleh warga Kashmir pada malam sebelumnya.

Aksi perayaan yang dilakukan warga Kashmir menyusul digelarnya pertemuan antara pemerintah India dengan Dewan Keamanan PBB, yang membahas masalah Kashmir, menjadi yang pertama setelah sekitar lima dekade.

Diberitakan Reuters, aksi demonstrasi dan perayaan digelar di sejumlah sudut kota, yang diwarnai pelemparan batu oleh warga ke pasukan keamanan, meski tidak separah aksi beberapa hari sebelumnya.

Menurut saksi sumber Reuters, ratusan orang melakukan aksi di kawasan Rajouri Kadal di Srinagar. Massa juga dilaporkan menyalakan kembang api dan meneriakkan slogan pro-Pakistan dan anti-India.

Baca juga: Baku Tembak Militer Pakistan dan India di Perbatasan Kashmir, 5 Orang Tewas

Pemerintah daerah Jammu dan Kashmir mengatakan bahwa pembatasan telah dicabut oleh 35 dari 100 lebih kantor polisi di Lembah Kashmir, namun tidak memberi keterangan lebih jelas.

Disampaikan pemerintah, sebagian besar sambungan telepon untuk telepon rumah akan pulih pada Minggu (18/8/2019) malam.

Sementara di wilayah Jammu, yang sebagian besar penduduknya beragama Hindu, layanan seluler telah pulih di sejumlah distrik.

Meski telah mulai dipulihkan, namun situasi di Kashmir masih jauh dari kata normal.

Status penguncian masih diberlakukan di sejumlah wilayah, termasuk di beberapa bagian Srinagar dan kota-kota besar lainnya yang sensitif.

Baca juga: Perdamaian di Kashmir yang Kini Hanya Sebatas Mimpi

Juga belum ada indikasi jelas tentang kapan layanan internet dan telepon selular akan dipulihkan di seluruh negeri.

Sebelumnya, dengan saluran komunikasi dan internet yang terputus, penduduk Kashmir mengalami kesulitan untuk menghubungi kerabat di luar negara bagian.

Mereka pun bergantung pada layanan telepon yang disediakan petugas, meski harus di bawah pengawasan ketat dan setiap penelepon hanya dibatasi selama dua menit.

Sementara itu, otoritas India telah menahan lebih dari 500 orang pemimpin dan aktivis politik maupun komunitas. Beberapa telah dipindahkan ke penjara di luar negara bagian.

Baca juga: Layanan Komunikasi Diputus, Warga Kashmir Antre demi Menelepon 2 Menit

Sejumlah kendaraan pribadi dilaporkan meninggalkan jalan-jalan utama di Srinagar, toko-toko serta kios banyak yang telah tutup.

Jalur darat telah dipulihkan di sejumlah kawasan elite di Srinagar dan sebuah distrik dekat bandara.



Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X