KILAS

Lewat Buku, Indonesia Ungkap Perannya Sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB

Kompas.com - 16/08/2019, 22:46 WIB
Diskusi Publik dan Peluncuran Buku Presidensi Indonesia pada Dewan Keamanan PBB di kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Jumat (16/8/2019). Dok. KemenluDiskusi Publik dan Peluncuran Buku Presidensi Indonesia pada Dewan Keamanan PBB di kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Jumat (16/8/2019).

KOMPAS.com – Kepemimpinan Indonesia di kancah internasional dapat dilihat dari beragam hal yang dilakukan Presidensi Indonesia di Dewan Keamanan ( DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB).

Salah satunya, dalam memperbaiki tata kerja DK PBB sebagai anggota Tidak Tetap DK PBB. Upaya perbaikan ini pun terdokumentasikan dengan baik dalam buku Presidensi Indonesia pada DK PBB Mei 2019.

Sebagai informasi, Presidensi Indonesia pada Mei 2019 lalu mengangkat tajuk ‘Menabur Benih Perdamaian’. Di sini Tanah Air berhasil menorehkan kontribusinya dalam upaya memajukan perdamaian dan keamanan internasional.

Baca juga: Menurut Jokowi, Ini yang Sebabkan Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama (KS) Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Febrian A. Ruddyard mengatakan, selain sebagai upaya diseminasi, peluncuran buku tersebut untuk international memory bagi keanggotaan Tidak Tetap DK PBB Indonesia di masa mendatang.

“Tantangan yang dihadapi negara anggota Tidak Tetap DK PBB beragam dan sistematis. Namun, ini tidak seharusnya menghalangi kami untuk membangun visi bersama,” tandas Ruddyard pada peluncuran buku tersebut di Kantor Kemenlu Jakarta, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut Ruddyard juga mengapresiasi dukungan berbagai pemangku kepentingan di Tanah Air selama Presidensi Indonesia di DK PBB.

Baca juga: Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia Emban Tugas Ini

Ke depan, ia berharap akan ada sinergi dan kerja sama yang erat guna mendukung masa keanggotaan Indonesia di DK PBB.

Tidak hanya melalui rangkaian kegiatan signature events, tapi kontribusi Indonesia juga tercermin melalui upaya perbaikan working methods (tata kerja) DK PBB.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X