Korea Utara Tolak Perundingan Damai dengan Korea Selatan, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 16/08/2019, 17:59 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat bertemu di Garis Demarkasi Militer, di desa perbatasan Panmunjom, Jumat (27/4/2018). AFPPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat bertemu di Garis Demarkasi Militer, di desa perbatasan Panmunjom, Jumat (27/4/2018).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara (Korut) mengumumkan menolak segala perundingan damai dengan Korea Selatan (Korsel), dan menyebut aksi mereka terjadi karena ulah Korsel.

Pernyataan itu dibarengi dengan peluncuran dua proyektil tak teridentifikasi yang meluncur sejauh 230 kilometer sebelum jatuh di Laut Timur, atau Laut Jepang.

Baca juga: Korea Utara Kembali Tembakkan 2 Proyektil ke Laut

Dilansir BBC Jumat (pernyataan itu merupakan respons dari pidato yang disampaikan Presiden Korsel Moon Jae-in dalam peringatan pembebasan dari Jepang 1910-1945.

Dalam pidatonya, Moon menuturkan tujuannya adalah unifikasi dua Korea pada 2045, meski masa jabatannya di Negeri "Ginseng" berakhir 2022 mendatang.

"Semenanjung Korea yang baru, yang bakal membawa damai dan kemakmuran bagi Asia Timur maupun dunia, saat ini tengah menunggu kami," ucap Moon Kamis (15/8/2019).

Pyongyang kemudian menanggapi dengan mempertanyakan apa arti dialog unifikasi jika di saat bersamaan, Korsel masih melanjutkan latihan perang gabungan dengan AS.

"Kami mempertanyakan pikirannya ketika dia berkata 'dialog' antara Utara dan Selatan sementara berlatih perang untuk menghancurkan negara kami dalam 90 hari. Dia pria tak tahu malu," kecam Korut.

Secara rutin, Pyongyang mengungkapkan kegusaran akan latihan perang gabungan AS dan Korsel itu karena dianggap sebagai persiapan untuk menginvasi mereka.

Dalam surat terakhir kepada Presiden AS Donald Trump, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengeluhkan tentang latihan militer yang "konyol serta mahal".

Menurut juru bicara badan reunifikasi Korut, terbuntunya negosiasi denuklirisasi merupakan keputusan Korsel karena menggelar latihan perang gabungan.

"Kami tidak mempunyai apa pun yang bisa dibicarakan dengan pejabat dari Korea Selatan," demikian pernyataan kementerian Korea Utara seperti dilansir KCNA.

Baca juga: Kim Jong Un Pakai Jam Tangan Rp 171 Juta saat Awasi Peluncuran Rudal Korea Utara

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X