"Spiderman Perancis" Alain Robert Kibarkan "Pesan Perdamaian" di Gedung Bertingkat Hong Kong

Kompas.com - 16/08/2019, 15:53 WIB
Pemanjat asal Perancis Alain Robert saat memanjat gedung bertingkat Cheung Kong Center di Hong Kong dan membentangkan bendera pesan perdamaian. REUTERS / ANN WANGPemanjat asal Perancis Alain Robert saat memanjat gedung bertingkat Cheung Kong Center di Hong Kong dan membentangkan bendera pesan perdamaian.

HONG KONG, KOMPAS.com - Unjuk rasa berkepanjangan yang terjadi di Hong Kong telah mulai menarik perhatian internasional.

Seorang penantang maut yang kerap memanjat gedung-gedung tinggi di dunia, Alain Robert, muncul di Hong Kong dengan membawa "pesan perdamaian".

Pemanjat yang dijuluki "Spiderman Perancis" itu terlihat memanjat gedung berlantai 68, Cheung Kong Center, dengan tangan kosong dan tanpa tali pengaman, pada Jumat (16/8/2019) pagi.

Robert hanya terlihat membawa sebuah bendera "perdamaian" yang kemudian dibentangkan di sisi luar gedung pencakar langit yang menjulang di pusat kota Hong Kong itu.

Baca juga: Unjuk Rasa Tak Usai, Orang-orang Super Kaya Hong Kong Hijrah ke AS

Bendera yang dibentangkan Robert menampilkan bendera China dan Hong Kong yang bersebelahan, dengan simbol berjabat tangan pada bagian bawahnya, yang melambangkan perdamaian.

Sebelum memulai memanjat gedung, Robert sempat menyatakan bahwa pesan dalam aksinya kali ini adalah menyerukan desakan untuk perdamaian dan perundingan antara rakyat Hong Kong dengan pemerintah setempat.

"Mungkin apa yang saya lakukan dapat menurunkan ketegangan yang terjadi, dan mungkin membuat tersenyum. Itu yang saya harapkan," kata Robert dalam pernyataan media.

Setelah memanjat, Robert yang mengenakan baju berwarna cerah dengan kombinasi ungu, merah muda, dan hijau ditangkap aparat keamanan dan dibawa ke kantor polisi terdekat.

Baca juga: China Sebut Demo Hong Kong Aksi Mirip Teroris

Itu adalah kali ketiga Robert memanjat gedung yang dimiliki Cheung Kong Holdings itu.

Pada Agustus tahun lalu, pengadilan Hong Kong telah melarang Robert untuk memanjat gedung di kota semi-otonom itu selama setahun. Larangan itu telah berakhir dua pekan lalu.

Unjuk rasa dan bentrokan telah mewarnai situasi di kota Hong Kong selama 10 minggu terakhir, membawa kota itu ke dalam krisis terburuk sejak 1997, ketika dikembalikan oleh pemerintah Inggris ke China.

Aksi demonstrasi bermula dari gerakan menentang UU Ekstradisi yang kini telah ditangguhkan. Namun gerakan tersebut telah beralih menjadi desakan untuk reformasi demokrasi secara lebih luas.

Baca juga: Imbas Protes dan Perang Dagang, Sektor Properti Hong Kong Terpukul

Aksi demo Hong Kong dalam beberapa hari terakhir juga telah diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan, termasuk di bandara internasional Hong Kong, yang telah memaksa dibatalkannya ratusan penerbangan.

Pemerintah China telah menyamakan aksi protes pada beberapa hari terakhir di Hong Kong dengan terorisme. Beijing pun memperingatkan adanya kemungkinan penggunaan kekuatan untuk memadamkan aksi kekerasan di Hong Kong.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga berkomentar tentang situasi di Hong Kong dan beranggapan bahwa Presiden China Xi Jinping dapat mengakhiri gelombang demonstrasi jika mau bertemu langsung dengan para pengunjuk rasa.

"Jika Presiden Xi bersedia untuk bertemu langsung dan secara pribadi dengan para pengunjuk rasa, akan ada akhir yang bahagia dan tercerahkan untuk persoalan Hong Kong. Saya yakin!" tulis Trump dalam twitnya, Kamis (14/8/2019).

Baca juga: Trump Sebut Xi Jinping Perlu Temui Para Pengunjuk Rasa di Hong Kong

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X