Dampak Unjuk Rasa Hong Kong, Industri Perhotelan Alami Penurunan

Kompas.com - 15/08/2019, 20:58 WIB
Staf medis membawa spanduk saat aksi mogok mengutuk kekejaman polisi saat terjadi protes anti-pemerintah baru-baru ini, di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Hong Kong, China, Selasa (13/8/2019). Demo Hong Kong berlangsung intens dalam dua bulan terakhir dan berujung ricuh sejak UU Ekstradisi yang kontroversial mulai mendapat penolakan dari masyarakat. ANTARA FOTO/REUTERS/THOMAS PETERStaf medis membawa spanduk saat aksi mogok mengutuk kekejaman polisi saat terjadi protes anti-pemerintah baru-baru ini, di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Hong Kong, China, Selasa (13/8/2019). Demo Hong Kong berlangsung intens dalam dua bulan terakhir dan berujung ricuh sejak UU Ekstradisi yang kontroversial mulai mendapat penolakan dari masyarakat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri perhotelan di Hong Kong terkena imbas dari protes massal yang terjadi selama dua bulan di wilayah itu.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (15/8/2019), anggota parlemen yang mewakili industri pariwisata Hong Kong, Yiu Si-wing, memperkirakan, separuh pengunjung dari China daratan menunda atau bahkan membatalkan perjalanannya ke Hong Kong.

Selama ini, Hong Kong dikenal sebagai surga belanja bagi warga dari China daratan.

Dengan demikian, protes yang berlangsung selama berminggu-minggu tersebut memengaruhi kunjungan warga dan berimbas pada turunnya pemesanan kamar hotel.

Pendapatan dari penjualan kamar turun sebanyak 50 persen pada bulan ini.

Baca juga: Jika Situasi Hong Kong Memburuk, China Tidak Akan Diam dan Duduk Manis

Bahkan, kunjungan dari China daratan yang biasanya mencakup 80 persen dari pemesanan kamar anjlok karena adanya kekhawatiran akan keselamatan mereka.

Sementara, tingkat hunian hotel yang rata-rata berada di angka 90 persen pada semester pertama tahun ini, diperkirakan mengalami penurunan hingga sepertiganya atau lebih.

Aksi protes ini juga berdampak pada turunnya tarif kamar di Hong Kong.

"Dampaknya pada pariwisata sangat besar," ujar Yiu.

CNBC menuliskan, okupansi hotel mengalami penurunan 20 persen pada bulan Juni dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Bahkan, jika aksi ini terus berlanjut, tingkat hunian diproyeksikan turun sebesar 40 persen.

Imbas aksi protes dirasakan langsung oleh para pengelola hotel.

Perusahaan Sun Hung Kai Properties Ltd yang merupakan pemilik brand Four Seasosn dan New World Development Co yang menjalankan hotel termasuk Grand Hyatt di Hong Kong bahkan menyebutkan, saham mereka jatuh lebih dari 20 presen dibanding bulan lalu.

Baca juga: Pasukan Paramiliter China Gelar Latihan di Perbatasan Hong Kong

IHG yang memegang merek InterContinentals Hotels pun melaporkan rerata pendapatan per kamar turun 0,4 persen pada paruh pertama tahun ini.

Selain itu, Marriott International Inc, melalui laman resminya, menyatakan, adanya pembatalan dan penurunan sejumlah pelanggan ke restoran dan outlet yang mereka kelola.

Sebelumnya, aksi protes di Hong Kong dilaporkan meningkat.

Massa bahkan menduduki Bandara Internasional Hong Kong dan mengakibatkan sejumlah penerbangan dibatalkan.

Demonstrasi yang berlangsung di Hong Kong berawal dengan menentang kebijakan UU Ekstradisi.

Meski demikian, demonstrasi kemudian berkembang menjadi tuntutan kebebasan demokrasi dari China.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X