"Jika Situasi Hong Kong Memburuk, China Tidak Akan Diam dan Duduk Manis"

Kompas.com - 15/08/2019, 19:12 WIB
Pengunjuk rasa melemparkan kembali kaleng gas air mata yang ditembakkan polisi anti-huru hara dalam aksi protes di Yuen Long, Hong Kong, Sabtu (27/7/2019).AFP / ANTHONY WALLACE Pengunjuk rasa melemparkan kembali kaleng gas air mata yang ditembakkan polisi anti-huru hara dalam aksi protes di Yuen Long, Hong Kong, Sabtu (27/7/2019).

LONDON, KOMPAS.com - Duta Besar China untuk Inggris menerangkan, mereka tidak akan berpangku tangan dan siap "menanganinya" jika krisis di Hong Kong memburuk.

"Jika situasi yang ada tidak bisa dihadapi oleh pemerintah Region Administrasi Khusus (SAR), maka China tidak akan diam dan duduk manis," kata Liu Xiaoming.

Baca juga: Pasukan Paramiliter China Gelar Latihan di Perbatasan Hong Kong

"Kami mempunyai cukup solusi dan cukup kekuatan untuk mengatasi kerusuhan secara mulus," tegasnya dalam konferensi pers dilansir AFP Kamis (15/8/2019).


Gambar yang diambil berbagai media menunjukkan ribuan pasukan China melambaikan bendera merah dan berparade di stadion Shenzhen, kota yang berbatasan dengan Hong Kong.

Puluhan kendaraan lapis baja angkut personel dan truk pendukung suplai juga diparkir di luar stadion. Liu berujar, dia berharap krisis itu bisa berakhir.

"Namun, sementara ini kami akan bersiap untuk yang terburuk," ujarnya. Dia melanjutkan dengan memprotes adanya "keterlibatan asing" dalam aksi tersebut.

Liu kemudian mendesak pemerintahan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk "bertindak hati-hati". "Saya rasa masih ada orang di sini yang masih menganggap Hong Kong bagian dari Kerajaan Inggris," sindirnya.

Aksi demo di Hong Kong awalnya menentang usul penerapan UU Ekstradisi. Namun dalam perkembangannya berubah menjadi tuntutan reformasi demokrasi.

Pergerakan itu menjadi tantangan besar bagi China sejak mereka menerima Hong Kong dari Inggris pada 1997, dan menjamin kebebasan melalui "satu negara, dua sistem".

Beijing sempat memperingatkan Inggris untuk tidak ikut campur setelah Menteri Luar Negeri Dominic Raab menelepon Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam.

Dalam percakapan telepon, Raab menekankan kepada Lam untuk melakukan dialog politik dan penyelidikan independen yang merupakan tuntutan dari massa pro-demokrasi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menyebut masa di mana London memerintah Hong Kong sudah usai, meminta supaya Inggris berhenti melakukan "klaim ngawur".

Baca juga: Situasi Hong Kong Memanas, Ponsel Warga yang Hendak ke China Daratan Diperiksa

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jika Terjadi Konflik, Rudal China Bisa Merontokkan Pangkalan AS di Asia dalam Hitungan Jam

Jika Terjadi Konflik, Rudal China Bisa Merontokkan Pangkalan AS di Asia dalam Hitungan Jam

Internasional
Sandera Penumpang Pakai Pistol Mainan, Pelaku Pembajakan Bus Ditembak Mati Polisi

Sandera Penumpang Pakai Pistol Mainan, Pelaku Pembajakan Bus Ditembak Mati Polisi

Internasional
Perdana Menteri Italia Ingin Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Italia Ingin Mengundurkan Diri

Internasional
AS Peringatkan Pelabuhan Yunani untuk Tak Bantu Kapal Tanker Iran

AS Peringatkan Pelabuhan Yunani untuk Tak Bantu Kapal Tanker Iran

Internasional
Ambil Pasir dari Pantai Italia, Pasangan Turis dari Perancis Terancam Dipenjara

Ambil Pasir dari Pantai Italia, Pasangan Turis dari Perancis Terancam Dipenjara

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Leon Trotsky Dibunuh di Meksiko

Hari Ini dalam Sejarah: Leon Trotsky Dibunuh di Meksiko

Internasional
Viral Ikan Terperangkap Kantong Plastik, Begini Kisah di Baliknya

Viral Ikan Terperangkap Kantong Plastik, Begini Kisah di Baliknya

Internasional
Keluar dari Perjanjian Nuklir, AS Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah

Keluar dari Perjanjian Nuklir, AS Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah

Internasional
Pegawai Konsulat Hong Kong Diduga Ditahan di China, Inggris Khawatir

Pegawai Konsulat Hong Kong Diduga Ditahan di China, Inggris Khawatir

Internasional
Trump Berjanji Tak Akan Lakukan Ini di Greenland

Trump Berjanji Tak Akan Lakukan Ini di Greenland

Internasional
Terungkap, China Pakai Twitter dan Facebook untuk Lawan Peserta Demo Hong Kong

Terungkap, China Pakai Twitter dan Facebook untuk Lawan Peserta Demo Hong Kong

Internasional
Seekor Anjing Pit Bull Selamatkan Tuannya dari Gigitan Hiu

Seekor Anjing Pit Bull Selamatkan Tuannya dari Gigitan Hiu

Internasional
Trump Setuju AS Jual 66 Unit Jet Tempur F-16 ke Taiwan

Trump Setuju AS Jual 66 Unit Jet Tempur F-16 ke Taiwan

Internasional
Robot Biksu, Cara Kuil Buddha Berusia 400 Tahun di Jepang Gaet Kaum Muda

Robot Biksu, Cara Kuil Buddha Berusia 400 Tahun di Jepang Gaet Kaum Muda

Internasional
Angkatan Laut AS Siap Jalankan Misi 'Apa Pun' di Venezuela

Angkatan Laut AS Siap Jalankan Misi "Apa Pun" di Venezuela

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X