Teroris Penembak Masjid Selandia Baru Tulis Surat Bernada Kebencian dari Penjara

Kompas.com - 15/08/2019, 16:24 WIB
Brenton Tarrant. Teroris yang bertanggung jawab dalam tragedi penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, ketika berada di Pengadilan Distrik Christchurch pada 16 Maret 2019, atau sehari setelah serangan di dua masjid yang menewaskan 51 jemaah. Mark Mitchell/New Zealand Herald/Pool via REUTERSBrenton Tarrant. Teroris yang bertanggung jawab dalam tragedi penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, ketika berada di Pengadilan Distrik Christchurch pada 16 Maret 2019, atau sehari setelah serangan di dua masjid yang menewaskan 51 jemaah.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Pejabat Selandia Baru meminta maaf setelah teroris penembakan masjid ternyata diizinkan menulis surat yang salah satunya bernada kebencian, dan viral di internet.

Teroris bernama Brenton Tarrant itu berada dalam kurungan berpenjagaan maksimum di Auckland dan menunggu sidang atas kekejamannya di Christchurch.

Dia menyerang Masjid Al Noor dan Linwood ketika jemaah melaksanakan Shalat Jumat pada 15 Maret lalu. Mengakibatkan 51 jemaah tewas dalam tragedi terburuk Selandia Baru.

Baca juga: Pelaku Penembakan Sinagoge AS Puji Teroris Penembak Masjid Selandia Baru

Meski pemerintah berjanji tidak akan memberikan ruang bagi Tarrant menyebarkan kebencian, pejabat hukum mengaku si teroris masih diizinkan mengirim surat dari penjara.

Dilaporkan AFP Kamis (15/8/2019), salah satu surat itu sampai ke tangan seorang pemuda Rusia bernama Alan yang segera mengunggahnya ke situs 4Chan.

Ditulis dalam huruf balok, surat setebal enam halaman itu mendiskusikan perjalanan Tarrant ke Rusia di 2015, kekaguman pada fasis Inggris Oswald Mosley.

Perdana Menteri Jacinda Ardern yang berjanji tidak akan menyebut nama Tarrant sangat marah ketika mengetahui surat itu bisa lolos dari departemen hukum.

"Departemen hukum sudah mengakui kesalahan mereka. Sosok ini tidak boleh dapat ruang untuk membagikan pesan kebencian dari balik penjara," kata Ardern di Tuvalu.

Kepala Eksekutif Departemen Pembetulan Christine Stevenson mengakui seharusnya surat itu tidak boleh sampai keluar dari penjara dan berakhir di internet.

"Saya secara khusus ingin meminta maaf karena memberikan dampak kepada para korban tragedi yang terjadi pada 15 Maret lalu," demikian penjelasan Stevenson.

Baca juga: Ledakan Bom Sri Lanka Disebut Balasan atas Penembakan Masjid Selandia Baru

Keseimbangan yang Bagus

Stevenson menerangkan hak khusus Tarrant kini dicabut dengan sistem ada ditinjau kembali. Dia menegaskan pihaknya berusaha mempertahankan keseimbangan yang baik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X