Inggris Kirim Kapal Perang HMS Kent Gabung Koalisi Maritim AS di Teluk

Kompas.com - 14/08/2019, 22:18 WIB
Kapal perang milik Angkatan Laut Inggris, HMS Kent.AFP PHOTO / HANDOUT Kapal perang milik Angkatan Laut Inggris, HMS Kent.

LONDON, KOMPAS.com - Kapal perang Inggris, HMS Kent, dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju wilayah Teluk untuk bergabung dengan koalisi maritim yang dipimpin Amerika Serikat.

Pengiriman kapal perang tersebut sebagai tindak lanjut Inggris yang telah mengumumkan bakal bergabung dengan misi keamanan maritim internasional AS untuk melindungi kapal-kapal di Selat Hormuz, menyusul ketegangan dengan Iran.

Dilansir Reuters, langkah pengiriman kapal tempur tersebut menyusul serentetan peristiwa di wilayah perairan Selat Hormuz yang melibatkan Iran dengan negara Barat, khususnya AS dan Inggris.

"Penempatan ini diharapkan akan dapat meningkatkan keamanan dan memberikan jaminan pengiriman," kata Menteri Urusan Luar Negeri Inggris Dominic Raab dalam pernyataannya, dikutip Reuters, Selasa (13/8/2019).


Baca juga: Kapal Perang Tambahan Inggris Tiba di Perairan Teluk

"Tujuan kami adalah membangun dukungan internasional seluas-luasnya untuk menegakkan kebebasan navigasi di kawasan tersebut, sebagaimana dilindungi oleh hukum internasional," tambahnya.

Inggris saat ini telah mengerahkan kapal perusak HMS Duncan dan fregat HMS Montrose di kawasan Teluk untuk mendampingi kapal-kapal mereka dalam melewati Selat Hormuz.

Pengerahan kapal perang HMS Kent akan menjadi kapal perang ketiga yang dikirim Angkatan Laut Inggris ke perairan Teluk.

Raab menegaskan, terlepas dari misi koalisi, pendekatan Inggris terhadap Iran tidak berubah, di mana Inggris akan tetap berkomitmen untuk mempertahankan Kesepakatan Nuklir 2015 yang telah ditinggalkan AS.

Baca juga: Gabung Koalisi Maritim AS, Korea Selatan Bakal Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

"Inggris akan tetap berkomitmen untuk bekerja dengan Iran dan mitra internasional kami untuk mengurangi situasi dan mempertahankan kesepakatan nuklir," ujar Raab.

Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump telah menarik diri dari Kesepakatan Nuklir 2015 yang menempatkan pembatasan pada program nuklir Iran. Washington jugua menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran dan mendesak sekutu Barat yang enggan untuk mengikutinya.

Inggris telah berusaha untuk menjauhkan diri dari sikap kerasnya dan bersama dengan negara penanda tangan Eropa lainnya meyakini bahwa perjanjian itu masih bisa diselamatkan.

Namun ketegangan meningkat antara Inggris dengan Iran, menyusul Maritim Kerajaan Inggris yang menahan sebuah kapal tanker milik Teheran di perairan Gibraltar, pada 4 Juli lalu.

Penahanan tersebut setelah kapal tanker Grace 1 milik Iran diyakini telah mengirimkan minyak ke Suriah, yang berarti melanggar sanksi Uni Eropa.

Baca juga: Hendak Masuk Hong Kong, Kapal Perang AS Ditolak China

Teheran yang membantah tuduhan mendesak Inggris dan otoritas Gibraltar untuk membebaskan kapal tanker miliknya.

Dua minggu kemudian, pasukan Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa mereka telah menahan satu kapal tanker berbendera Inggris berna,a Stena Impero, saat melintasi Selat Hormuz.

Kapal tersebut ditahan karena disebut telah melanggar batas maritim Iran dan kini ditahan di pelabuhan negara itu.

Namun Teheran juga mengungkapkan bahwa langkah menahan kapal tanker itu sebagai balasan atas tindakan Maritim Inggris yang menangkap kapal tanker Iran di dekat Gibraltar pada dua pekan sebelumnya.

Baca juga: Kapal Tankernya Diancam, Inggris Kirim Kapal Perang Kedua ke Wilayah Teluk

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jika Terjadi Konflik, Rudal China Bisa Merontokkan Pangkalan AS di Asia dalam Hitungan Jam

Jika Terjadi Konflik, Rudal China Bisa Merontokkan Pangkalan AS di Asia dalam Hitungan Jam

Internasional
Sandera Penumpang Pakai Pistol Mainan, Pelaku Pembajakan Bus Ditembak Mati Polisi

Sandera Penumpang Pakai Pistol Mainan, Pelaku Pembajakan Bus Ditembak Mati Polisi

Internasional
Perdana Menteri Italia Ingin Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Italia Ingin Mengundurkan Diri

Internasional
AS Peringatkan Pelabuhan Yunani untuk Tak Bantu Kapal Tanker Iran

AS Peringatkan Pelabuhan Yunani untuk Tak Bantu Kapal Tanker Iran

Internasional
Ambil Pasir dari Pantai Italia, Pasangan Turis dari Perancis Terancam Dipenjara

Ambil Pasir dari Pantai Italia, Pasangan Turis dari Perancis Terancam Dipenjara

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Leon Trotsky Dibunuh di Meksiko

Hari Ini dalam Sejarah: Leon Trotsky Dibunuh di Meksiko

Internasional
Viral Ikan Terperangkap Kantong Plastik, Begini Kisah di Baliknya

Viral Ikan Terperangkap Kantong Plastik, Begini Kisah di Baliknya

Internasional
Keluar dari Perjanjian Nuklir, AS Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah

Keluar dari Perjanjian Nuklir, AS Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah

Internasional
Pegawai Konsulat Hong Kong Diduga Ditahan di China, Inggris Khawatir

Pegawai Konsulat Hong Kong Diduga Ditahan di China, Inggris Khawatir

Internasional
Trump Berjanji Tak Akan Lakukan Ini di Greenland

Trump Berjanji Tak Akan Lakukan Ini di Greenland

Internasional
Terungkap, China Pakai Twitter dan Facebook untuk Lawan Peserta Demo Hong Kong

Terungkap, China Pakai Twitter dan Facebook untuk Lawan Peserta Demo Hong Kong

Internasional
Seekor Anjing Pit Bull Selamatkan Tuannya dari Gigitan Hiu

Seekor Anjing Pit Bull Selamatkan Tuannya dari Gigitan Hiu

Internasional
Trump Setuju AS Jual 66 Unit Jet Tempur F-16 ke Taiwan

Trump Setuju AS Jual 66 Unit Jet Tempur F-16 ke Taiwan

Internasional
Robot Biksu, Cara Kuil Buddha Berusia 400 Tahun di Jepang Gaet Kaum Muda

Robot Biksu, Cara Kuil Buddha Berusia 400 Tahun di Jepang Gaet Kaum Muda

Internasional
Angkatan Laut AS Siap Jalankan Misi 'Apa Pun' di Venezuela

Angkatan Laut AS Siap Jalankan Misi "Apa Pun" di Venezuela

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X