Tak Hanya Calon Menteri Jokowi, Ini 4 Menteri Dunia Berusia di Bawah 30 Tahun

Kompas.com - 14/08/2019, 19:58 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait kerusuhan pascapengumunan hasil pemilu 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Presiden mengatakan tidak akan memberi toleransi kepada pihak-pihak yg akan mengganggu keamanan, proses demokrasi dan persatuan negara serta tidak akan memberikan ruang untuk perusuh yg akan merusak Negara Kesatuan Repubik Indonesia. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait kerusuhan pascapengumunan hasil pemilu 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Presiden mengatakan tidak akan memberi toleransi kepada pihak-pihak yg akan mengganggu keamanan, proses demokrasi dan persatuan negara serta tidak akan memberikan ruang untuk perusuh yg akan merusak Negara Kesatuan Repubik Indonesia.

KOMPAS.com – Presiden terpilih Joko Widodo hari ini, Rabu (14/8/2019), mengumumkan adanya calon menteri yang berusia dibawah 30 tahun dalam kabinet barunya mendatang. Kabar ini disampaikan oleh Jokowi dalam pertemuan dan makan siang bersama sejumlah pimpinan redaksi media massa.

"Mereka berasal dari profesional, bukan partai. Punya pengalaman manajerial yang kuat," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Sebenarnya, memasukkan menteri berusia muda bukan pertama kali terjadi di dunia. Jauh sebelum Jokowi, di negara lain sudah memiliki beberapa menteri muda yang terlibat dalam pemerintahan.

Meski berusia muda, nyatanya, para menteri ini membuktikan diri mampu dalam berkecimpung di dunia politik. Bahkan, mereka dapat bersaing dengan para senior politik lainnya.

Baca juga: Jokowi Ungkap Ada Menteri Berusia di Bawah 30 Tahun dalam Kabinet Baru

Kompas.com merangkum, 4 menteri muda yang masuk dalam pemerintahan di berbagai belahan dunia.

Shamma Al Mazrui

Shamma Al Mazrui, Menteri Uni Emirat Arab Shamma Al Mazrui, Menteri Uni Emirat Arab

Shamma Al Mazrui merupakan Menteri Urusan Pemuda di usia 22 tahun pada tahun 2015.

Dia lulusan sarjana ekonomi di New York University dan telah mendapatkan gelar masternya di bidang kebijakan public di Oxford University.

Sebelumnya dia bekerja di salah satu “Sovereign Wealth Funds” Abu Dhabi. Dia juga pernah bekerja sebagai analis kebijakan publik dalam UEA untuk PBB.

Shamma menerima Penghargaan HH Sheikh Mansoor bin Zayed dari Scholarship Coordination Office pada tahun 2015.

Shamma sering berpartisipasi dalam kegiatan leadership sebab dia pernah tergabung dalam Oxford Gulf and Arabian Peninsula Studies forum (OxGAPS).

Dia juga alumni di Sekolah Pemerintah Blavatnik, Universitas Oxford. Dia juga merupakan salah satu pendiri dan anggota NYUAD Al Nahda Institute.

Baca juga: Ahok: Masih Banyak yang Lebih Cocok Jadi Menteri daripada Saya

Aida Hadzialic

Aida Hadzialic, pernah menjabat menteri termuda di Swedia Aida Hadzialic, pernah menjabat menteri termuda di Swedia

Aida Hadzialic sempat menjadi menteri termuda di dunia. Pada usianya yang masih 27 tahun dia diangkat menjadi Menteri Sekolah Menengah Atas, Pendidikan tinggi, dan Pelatihan Swedia pada 2014.

Hadzialic menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Lund, Swedia. Dia mendapatkan gelar Master of Laws (LL.M.) dari universitas tersebut.

Dia terjun ke politik dan terpilih sebagai wakil walikota Halmstad pada usia 23 tahun. Pada 2014, dia juga mulai belajar di Stockholm School of Economics sebelum menjadi anggota pemerintah.

Hadzialic adalah alumni Baccalaureate Internasional, dia fasih berbahasa Swedia, Inggris, Bosnia, Kroasia dan Serbia.

Sayangnya, dia mengundurkan diri setelah tertangkap tangan sedang mabuk saat mengedarai mobil. Dia hanya menjabat selama dua tahun mulai dari bulan Oktober 2014 sampai Agustus 2016.

Sebastian Kruz

Kanselir Austria Sebastian Kruz mengumumkan negaranya bakal melarang kegiatan kampanye partai politik Turki di negaranya.AFP/LUDOVIC MARIN Kanselir Austria Sebastian Kruz mengumumkan negaranya bakal melarang kegiatan kampanye partai politik Turki di negaranya.

Sebastian Kurz lahir di Wina pada tahun 1986. Pada tahun 2003, dia bergabung dengan Partai Rakyat Austria (ÖVP).

Dia adalah seorang politisi Austria yang menjabat sebagai kanselir Austria dari Desember 2017 hingga Mei 2019 diusianya yang 27 tahun.

Baca juga: Baru Berusia 25 Tahun, Pemuda Ini Menjadi Menteri di Kabinet Mahathir

Selain itu, Kurz telah menjadi ketua Partai Rakyat Austria sejak Mei 2017. Kurz menggantikan Reinhold Mitterlehner yang sebelumnya menjabat sebagai ketua.

Dalam pemilihan legislatif, Kurz Bersama partainya berhasil memenangkan 31 persen suara.

Gaya pemerintahannya dianggap aktif dan efektif oleh para pendukungnya. Namun sebaliknya, dia dianggap tidak kooperatif dan sembrono bagi oposisi.

Kurz juga menjadi kepala pemerintah termuda di dunia pada usianya yang ke 31 tahun.

Syed Saddiq

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Abdul RahmanHilda B Alexander/Kompas.com Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Abdul Rahman

Syed Saddiq bin Syed Abdul Rahman Lahir Pada Tanggal 6 Desember 1992 di Johor Malaysia.

Dia adalah mantan mahasiswa Universitas Islam Internasional Malaysia (UIAM) di bidang Hukum dan juga mantan dosen di universitas tersebut. Dia menjadi menteri termuda Malaysia yang diangkat pada usia 25.

Syed Saddiq terlibat dalam politik dengan bergabung dengan Partai Persatuan Masyarakat Adat (PPBM). Dengan keyakinan para pemimpin puncak partai, dia telah ditunjuk sebagai kepala armada, sayap pemuda Partai Persatuan Adat Malaysia (PPBM).

Syed Saddiq melakukan debut politik dalam pemilihan umum ke-14 untuk kursi parlemen Muar dan terpilih menjadi anggota Parlemen.

Syed Saddiq menjadi anggota kabinet termuda dalam sejarah Malaysia, catatan tersebut mengalahkan Menteri termuda sebelumnya Datuk Seri Mohd Najib Tun Abdul Razak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X