Jadi Target Penembakan Massal, Warga El Paso Ramai Ikut Latihan Menembak

Kompas.com - 14/08/2019, 13:13 WIB
Dua warga El Paso, Texas, mengikuti kelas latihan menembak menyusul insiden penembakan massal di Walmart. REUTERS / JULIO CESAR CHAVEZDua warga El Paso, Texas, mengikuti kelas latihan menembak menyusul insiden penembakan massal di Walmart.

"Hanya akan ada satu orang dari 100 yang kembali membalas tembakan, sementara 99 lainnya akan melarikan diri," kata McIntyre.

Guadalupe Segovia (35) menjadi salah satu warga El Paso yang memutuskan untuk mengambil kelas menembak setelah terjadinya insiden penembakan massal.

Dia mengatakan, suaminya yang seorang anggota militer telah lama mendorongnya untuk mendapatkan sertifikat menembak dan izin membawa senjata tersembunyi.

Dia mengaku baru merasakan pentingnya untuk mengikuti pelatihan setelah serangan yang terjadi di kota tempat tinggalnya.

"Saya masih akan merasa takut, bahkan meski telah membawa senjata," ujarnya.

Baca juga: Sebut Penembakan Massal di Texas Kejahatan Teroris, Meksiko Ingin Pelaku Diekstradisi

Namun Segovia mengatakan, kelas pelatihan menembak untuk izin membawa senjata tersembunyi tidak akan sebanding jika dihadapkan pada situasi penembakan aktif.

Meski begitu dia berharap dirinya dan saudara-saudaranya dapat mempersiapkan diri.

Segovia mengatakan mungkin akan mengajukan permohonan izin untuk dapat membawa senjata tersembunyi. Tetapi dia juga mengharap adanya perubahan dalam undang-undang senjata di masa depan yang akan mempersulit anak-anak muda untuk mendapatkan senjata api.

"Saya pikir senjata harus menjadi hak istimewa dan untuk keselamatan, bukan agar dapat pergi keluar dan menembaki orang-orang," ujarnya.

Namun harapan Segovia tampaknya masih jauh dari terwujud karena Pemerintah Texas baru-baru ini justru telah menandatangani sembilan undang-undang baru yang didukung Asosiasi Senapan Nasional (NRA) yang bakal semakin memudahkan kepemilikan senjata.

Baca juga: Pelaku Penembakan Massal di Walmart El Paso Texas Mengaku Targetkan Orang Meksiko

Salah satunya yakni mencabut larangan membawa senjata api di tempat-tempat ibadah, sementara lainnya mencegah tuan tanah dari melarang senjata api di properti mereka yang disewakan.

Insiden penembakan massal di Walmart El Paso yang terjadi pada 3 Agustus lalu, telah menewaskan 22 orang dengan 20-an lainnya luka-luka.

Pelaku mengaku alasannya melakukan serangan adalah karena dirinya menentang invasi imigran dan telah mengatakan bahwa dia sengaja menargetkan warga Meksiko di El Paso.

Menurut data sensus AS, El Paso, yang berjarak sembilan jam perjalanan dari Dallas, berbatasan langsung dengan Meksiko dan memiliki populasi 680.000 jiwa, dengan 83 persen adalah keturunan Hispanik.

Baca juga: Ini 5 Fakta Insiden Penembakan Massal di Texas dan Ohio

Halaman:


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X