Kompas.com - 14/08/2019, 08:56 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyatakan, dua kapal perang mereka mendapat penolakan dari China ketika hendak mengunjungi Hong Kong.

Komandan Nate Christensen, wakil juru bicara Armada Pasifik AS dalam keterangan tertulis menyatakan, ada dua kapal yang hendak masuk ke pusat finansial dunia itu.

Baca juga: Demo Hong Kong, Berikut 5 Fakta Terkini yang Harus Anda Ketahui

Satu adalah kapal transportasi amfibi USS Green Bay yang hendak berhenti di Hong Kong Sabtu (10/8/2019). Sedangkan kapal penjelajah USS Lake Erie berencana berlabuh bulan depan.

"Pmeerintah China menolak izin dari dua kapal perang itu untuk melaksanakan kunjungan ke pelabuhan," ujar Christensen seperti dikutip AFP Selasa (13/8/2019).

Christensen pun mempertanyakan mengapa izin keduanya ditolak. Kabar yang terjadi di tengah perang komentar dua negara terkait krisis di kota itu.

Demo yang terjadi selama berminggu-minggu di wilayah semi-otonomi itu mengalami eskalasi dengan massa anti-pemerintah menduduki bandara selama dua hari beruntun.

Beijing sudah menyatakan bahwa pergerakan yang awalnya menentang UU Ekstradisi itu didanai oleh negara Barat. Namun, mereka tidak menyertakan bukti klaim.

Di awal Agustus ini, China sudah mengingatkan diplomat AS yang berbasis di sana untuk berhenti "mencampuri" setelah muncul laporan pertemuan dengan kelompok pro-demokrasi.

Namun, Presiden Donald Trump menghadapi kritikan di Washington karena tidak memberikan kecaman keras terhadap aksi yang berlangsung intens dalam dua bulan terakhir itu.

Kunjungan terakhir kapal perang AS ke Hong Kong terjadi April. Pada September 2018 ketika tensi dua negara meningkat akibat perang dagang, China menolak kedatangan kapal perang USS Wasp.

Baca juga: [POPULER INTERNASIONAL] Video Banjir di Mina | China Siagakan Tank di Perbatasan Hong Kong

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.