Insiden Penembakan Marak di AS, Penjualan Ransel Anti-Peluru Meroket

Kompas.com - 13/08/2019, 23:22 WIB
Aparat penegak hukum berjaga di sekitar lokasi penembakan massal di Dayton, Ohio, yang telah diberi garis polisi, Minggu (4/8/2019). AFP / MATTHEW HATCHER / GETTY IMAGES NORTH AMERICAAparat penegak hukum berjaga di sekitar lokasi penembakan massal di Dayton, Ohio, yang telah diberi garis polisi, Minggu (4/8/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat kembali diguncang serangkaian insiden penembakan massal yang menambah panjang catatan kasus penyalahgunaan senjata api di negara adidaya itu.

Dua insiden terbaru terjadi di El Paso, Texas dan Dayton, Ohio, yang hanya berselang kurang dari 24 jam dan menewaskan total 31 orang serta melukai puluhan lainnya.

Tragedi penembakan itu telah membuat keluarga korban, warga sekitar, hingga masyarakat AS berduka.

Namun di lain sisi, semakin maraknya insiden penembakan ternyata justru membawa keuntungan bagi produsen ransel anti-peluru, yang mengalami peningkatan penjualan.

Baca juga: Ini 5 Fakta Insiden Penembakan Massal di Texas dan Ohio

Dilaporkan CNN, yang dikutip New York Post, perusahaan Bullet Blocker, yang memproduksi ransel tahan peluru, telah mengalami lonjakan penjualan sebesar 200 persen sejak insiden penembakan pada awal Agustus lalu.

Perusahaan itu didirikan oleh ayah dua orang anak, Joe Curran, pascainsiden penembakan massal di Virginia Tech pada 2007, yang menewaskan 33 orang.

Produsen lainnya, Tuffypacks, bahkan mencatatkan lonjakan penjualan hingga 300 persen.

"Kami selalu melihat lonjakan penjualan dalam beberapa hari hingga minggu setelah penembakan," kata CEO Tuffypacks, Steve Naremore, kepada CNN.

Yasie Sheikh, presiden perusahaan Guard Dog Security, yang juga memproduksi tas anti-peluru, mengaku tidak ingin menarik keterkaitan langsung antara insiden penembakan massal dengan peningkatan penjualan.

Baca juga: Berfoto dengan Anak Korban Penembakan Massal Texas, Trump Menuai Kecaman, Mengapa?

"Apa yang kami temukan adalah terkadang peristiwa memicu kesadaran akan produk yang semakin tinggi," kata Sheikh, kepada CNN.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X