Terganggu Aksi Demo, Ratusan Penerbangan di Bandara Hong Kong Kembali Dibatalkan

Kompas.com - 13/08/2019, 20:23 WIB
Demonstran anti-pemerintah yang berkumpul di Bandara Internasional Hong Kong. Peristiwa tersebut membuat bandara ditutup sementara pada hari Senin (12/8/2019). KOMPAS.com / NI PUTU DINANTYDemonstran anti-pemerintah yang berkumpul di Bandara Internasional Hong Kong. Peristiwa tersebut membuat bandara ditutup sementara pada hari Senin (12/8/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Ratusan penerbangan kembali dibatalkan atau ditangguhkan di bandara Hong Kong, pada Selasa (13/8/2019), akibat terganggu aksi demonstrasi pro-demokrasi.

Itu menjadi kali kedua otoritas bandara Hong Kong mengambil tindakan karena demonstrasi yang digelar di area bandara, setelah sebelumnya pada Senin (12/8/2019) sore bandara ditutup.

Massa pengunjuk rasa pada Selasa (13/8/2019) sore membuat barikade menggunakan troli bagasi di jalan menuju gerbang keberangkatan, menghalangi para calon penumpang untuk check-in.

"Saya ingin menutup bandara seperti kemarin, sehingga sebagian besar keberangkatan penerbangan akan dibatalkan," kata salah seorang pengunjuk rasa berusia 21 tahun yang mengaku bernama Kwok, kepada AFP.

Baca juga: Ratusan Jadwal Penerbangan ke Bandara Hong Kong Dibatalkan

Otoritas bandara Hong Kong mengumumkan telah menangguhkan seluruh proses check-in keberangkatan, tetapi tetap ada beberapa penerbangan yang datang maupun lepas landas.

"Operasi terminal di Bandara Internasional Hong Kong telah benar-benar terganggu akibat aksi pertemuan publik di area bandara," kata otoritas bandara dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.

"Semua layanan check-in untuk penerbangan keberangkatan telah ditangguhkan sejak pukul 16.30 waktu setempat."

" Penerbangan keberangkatan dan kedatangan lainnya untuk sisa hari akan terus beroperasi, dan maskapai penerbangan akan menyediakan pengaturan untuk penumpang yang belum menyelesaikan proses keberangkatan," tambah pernyataan tersebut.

"Anggota masyarakat disarankan untuk tidak datang ke bandara. Begitu pula untuk yang telah ada di bandara disarankan untuk meninggalkan gedung terminal sesegera mungkin," lanjut pernyataan otoritas bandara.

Baca juga: Mengenal UU Ekstradisi yang Jadi Pemicu Demo Hong Kong

Demo pada Selasa (13/8/2019), menjadi hari kelima massa pengunjuk rasa menduduki bandara. Aksi tersebut semula diagendakan hanya berlangsung selama tiga hari, pada Jumat (9/8/2019) hingga Minggu (11/8/2019).

Namun aksi demo berlanjut hingga Senin dengan massa yang lebih besar dan memaksa otoritas bandara untuk menghentikan operasi bandara sejak sore dan membatalkan sisa jadwal penerbangan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X