Muncul dalam Konferensi Pers, Pemimpin Hong Kong Ditanya "Kapan Mati?"

Kompas.com - 13/08/2019, 17:08 WIB
Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam saat memberikan pernyataan terkait aksi unjuk rasa warga Hong Kong, Senin (5/8/2019). AFP / ANTHONY WALLACEKepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam saat memberikan pernyataan terkait aksi unjuk rasa warga Hong Kong, Senin (5/8/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, kembali tampil di hadapan publik, pada Selasa (13/8/2019), menyusul akhir pekan yang diwarnai demonstrasi dan bentrokan.

Lam hadir dalam konferensi pers untuk menyampaikan pernyataan singkat pascakekerasan yang terus meningkat antara pengunjuk rasa pro-demonstrasi dengan aparat keamanan di kota semi-otonom itu.

Namun tak lama setelah dapat menyampaikan pernyataannya, Lam langsung mendapat "serangan" pertanyaan dari awak media, mulai dari pertanyaan biasa hingga yang menyudutkannya.

"Kapan Anda akan menerima tanggung jawab politik untuk mengakhiri ketakutan warga? Kapan Anda akan bersedia mundur? Kapan Anda akan memerintahkan polisi untuk berhenti?" tanya seorang reporter dari penyiar publik Hong Kong, RTHK.


Baca juga: Pemimpin Hong Kong Peringatkan Bahaya yang Timbul jika Demo Terus Terjadi

Belum sempat Lam menjawab pertanyaan tersebut, reporter itu kembali menambahkan pernyataannya.

"Anda sebelumnya meminta saya untuk menjalankan pekerjaaan saya secara serius, jadi tolong jawab pertanyaan saya juga dengan serius," ujar reporter tersebut.

Pertanyaan lain yang datang dari wartawan lainnya lebih mengejutkan di saat Lam mendadak meninggalkan podium.

"Apakah Anda memiliki hati nurani?" teriak seorang jurnalis.

"Nyonya Lam, banyak warga bertanya, kapan Anda akan mati?" tanya wartawan lainnya.

Baca juga: Pemimpin Hong Kong Diserang Bertubi-tubi oleh Jurnalis Saat Membahas Unjuk Rasa

Di bawah prinsip "satu negara, dua sistem", media di Hong Kong mendapat kebebasan dalam menyampaikan laporannya, sesuatu yang tidak dapat dirasakan oleh rekan-rekan seprofesi mereka di China daratan, di mana media kerap mendapat sensor keras dari pemerintah pusat.

Hal tersebut termasuk saat mengajukan pertanyaan saat konferensi pers, sehingga dapat menghadirkan keterwakilan politik yang lebih luas, mulai dari pro-Beijing hingga yang mendukung kemerdekaan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X