Mengenal UU Ekstradisi yang Jadi Pemicu Demo Hong Kong

Kompas.com - 13/08/2019, 15:35 WIB
Massa pengunjuk rasa berhadap-hadapan dengan pasukan polisi anti-huru hara saat bentrokan di Hong Kong, Minggu (28/7/2019). AFP / ANTHONY WALLACEMassa pengunjuk rasa berhadap-hadapan dengan pasukan polisi anti-huru hara saat bentrokan di Hong Kong, Minggu (28/7/2019).

Baca juga: Pemimpin Hong Kong Peringatkan Bahaya yang Timbul jika Demo Terus Terjadi

Wong Choi Fung, seorang ibu rumah tangga dari distrik Kwun Tong yang merupakan kelas pekerja mengatakan, dia melakukannya demi memperjuangkan masa depan anaknya.

Sementara organisasi pebisnis yang berpengaruh juga menyuarakan pendapatnya. Mereka berkata jika UU Ekstradisi itu lolos, maka Hong Kong bakal menerima kerugian.

"Orang bisa mempertimbangkan kembali untuk memilih Hong Kong sebagai markas regional mereka karena ada risiko dipindahkan ke yurisdiksi lain," kata Kamar Dagang Internasional.

4. Bagaimana Sikap Internasional?

Komisi di Kongres Amerika Serikat (AS) Mei lalu menjelaskan UU tersebut membuat Hong Kong rentan terhadap "paksaan politik" China dan semakin mengikis otonominya.

Dalam pernyataan gabungan, Inggris dan Kanada menyuarakan kekhawatiran akan dampak yang diterima oleh warga mereka jika aturan itu sampai diberlakukan.

Uni Eropa (UE) juga mengirimkan nota kepada Kepala Eksekutif Carrie Lam berisi perhatian mereka akan penerapan setiap pasal dalam UU Eksekutif tersebut.

Baca juga: Kemenlu Sebut WNI di Hong Kong dalam Kondisi Aman

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Internasional
Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X