Mengenal UU Ekstradisi yang Jadi Pemicu Demo Hong Kong

Kompas.com - 13/08/2019, 15:35 WIB
Massa pengunjuk rasa berhadap-hadapan dengan pasukan polisi anti-huru hara saat bentrokan di Hong Kong, Minggu (28/7/2019).AFP / ANTHONY WALLACE Massa pengunjuk rasa berhadap-hadapan dengan pasukan polisi anti-huru hara saat bentrokan di Hong Kong, Minggu (28/7/2019).

Baca juga: Bandara Hong Kong Pulih, Penerbangan Garuda Indonesia Kembali Normal

2. Mengapa Jadi Kontroversi?

Kritik pun timbul, dengan kelompok kontra menyebut orang-orang bakal menjadi subyek dari penyiksaan dan peradilan tidak adil berdasarkan hukum China.

Sophie Richardson dari Human Rights Watch dalam keterangan tertulis Juni lalu menuturkan, tidak ada yang aman. Baik itu pekerja kemanusiaan hingga jurnalis.

"Usulan perubahan dalam pembahasan pasal UU Ekstradisi membuat setiap warga Hong Kong yang bekerja di sektor yang ada kaitannya dengan daratan utama terancam," katanya.

Lam Wing Kee, seorang penjual buku mengungkapkan dia pernah ditangkap dan ditahan di China pada 2015 karena menjual buku yang mengkritik pemimpinnya, dan dituduh "mengelola toko ilegal".

Dia mengisahkan jika tidak pergi, dia bakal diekstradisi. "Saya tak percaya pemerintah bakal menjamin keselamatan saya, atau warga Hong Kong lainnya," ujarnya.

Pada akhir April lalu, Lam memutuskan untuk melarikan diri ke Taiwan di mana di sana dia mendapat visa sementara.

Baca juga: Pemimpin Hong Kong Diserang Bertubi-tubi oleh Jurnalis Saat Membahas Unjuk Rasa

3. Siapa Saja yang Menentang UU Itu?

Kelompok yang menentang UU itu sejak diperkenalkan pada Juni lalu pun menyebar dari berbagai kalangan. Mulai dari kelompok pelajar hingga emak-emak.

Mereka pun memulai petisi untuk membatalkan peraturan itu, dengan satu juta orang diklaim turun ke jalan menyuarakan aspirasi. Meski polisi menyatakan jumlahnya hanya 240.000 orang.

Jika klaim yang diberikan penyelenggara aksi benar, maka gerakan Juni lalu adalah aksi terbesar yang pernah terjadi sejak penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China 1997 silam.

Kemudian pada awal Juni, sekitar 3.000 pengacara, jaksa, mahasiswa hukum, hingga akademisi melakukan aksi mogok bicara dan mendesak pemerintah mencabut UU tersebut.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Internasional
Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Internasional
Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Internasional
Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Internasional
Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Internasional
AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

Internasional
Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Internasional
Setia, Seekor Anjing Mati 15 Menit Setelah Pemiliknya Meninggal

Setia, Seekor Anjing Mati 15 Menit Setelah Pemiliknya Meninggal

Internasional
Pekerja Konsulat Inggris di Hong Kong Ditangkap China karena Melanggar Aturan

Pekerja Konsulat Inggris di Hong Kong Ditangkap China karena Melanggar Aturan

Internasional
Ketahuan Mencuri Mobil, Pendeta di Nigeria Mengaku Disuruh Setan

Ketahuan Mencuri Mobil, Pendeta di Nigeria Mengaku Disuruh Setan

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Lukisan Mona Lisa Dicuri

Hari Ini dalam Sejarah: Lukisan Mona Lisa Dicuri

Internasional
Kebakaran Hutan di Brasil Catatkan Rekor Terbaru pada Tahun Ini

Kebakaran Hutan di Brasil Catatkan Rekor Terbaru pada Tahun Ini

Internasional
Baru 3 Bulan Punya Bayi, Meghan dan Harry Sudah Rekrut Pengasuh Ketiga

Baru 3 Bulan Punya Bayi, Meghan dan Harry Sudah Rekrut Pengasuh Ketiga

Internasional
Tidak Lapor Bawa Uang Tunai Rp 5 Milliar ke Singapura, Pria Indonesia Didenda Rp 284 Juta

Tidak Lapor Bawa Uang Tunai Rp 5 Milliar ke Singapura, Pria Indonesia Didenda Rp 284 Juta

Internasional
Jet Tempur F-16 AS yang Dijual ke Taiwan Bisa Dipakai Bertempur hingga 2070

Jet Tempur F-16 AS yang Dijual ke Taiwan Bisa Dipakai Bertempur hingga 2070

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X