Bahas Situasi Yaman, Putra Mahkota Abu Dhabi Temui Raja Salman

Kompas.com - 12/08/2019, 23:57 WIB
Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan (kanan) bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, di Mekkah, Senin (12/8/2019). Pertemuan itu guna membahas situasi di Yaman. AFP / MOHAMMED AL-HAMMADIPutra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan (kanan) bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, di Mekkah, Senin (12/8/2019). Pertemuan itu guna membahas situasi di Yaman.

MEKKAH, KOMPAS.com - Putra mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed al-Nahyan berkunjung ke Arab Saudi untuk bertemu Raja Salman guna membahas situasi di Yaman, Senin (12/8/2019).

Kunjungan putra mahkota Abu Dhabi tersebut menyusul terjadinya bentrokan antara pasukan loyalis pemerintah Yaman yang didukung Saudi dengan pasukan yang didukung Uni Emirat Arab.

Pertempuran di Aden, kota kedua Yaman, terjadi antara pasukan pemerintah Yaman melawan pasukan Sabuk Keamanan (SBF) yang dilatih UEA. Kedua pasukan tersebut sama-sama memerangi kelompok pemberontak Houthi sejak 2015.

Baca juga: Kelompok Separatis Yaman Kuasai Istana Presiden dan Kamp Militer di Aden

Sementara kedua pasukan secara teknis didukung koalisi militer Saudi dan UEA, pasukan SBF sebagian besar merupakan pejuang yang menentang Presiden Abedrabbo Mansour Hadi dan ingin mewujudkan kemerdekaan Yaman Selatan.

Setelah bertemu dengan Raja Salman di Mekkah, Senin (12/8/2019), Putra Mahkota Abu Dhabi mengatakan bahwa cara untuk menyelesaikan konflik di Yaman adalah melalui dialog.

Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita resmi UEA, WAM, putra mahkota Abu Dhabi selama kunjungan singkatnya di Saudi, mendukung pertemuan mendesak antara pihak-pihak yang bertikai.

"Pertemuan mendesak diperlukan untuk mewujudkan kepentingan bersama demi stabilitas Yaman," ujar Pangeran Mohammed, dikutip AFP.

Baca juga: Houthi Desak Pasukan Koalisi Pimpinan Saudi Tinggalkan Yaman

Pangeran Mohammed turut mendesak kepada faksi-faksi Yaman untuk mengambil kesempatan ini, guna melakukan pembicaraan demi tercapainya konsensus yang akan membawa kepentingan terbaik rakyat Yaman.

Diberitakan sebelumnya, pertempuran terjadi pada Sabtu (10/8/2019) akhir pekan lalu, di mana pasukan SBF merebut istana kepresidenan di Aden dan kamp-kamp militer di kota kedua Yaman tersebut.

Konflik tersebut berpeluang membuka kembali perang saudara yang telah lama menghancurkan Negara Arab termiskin itu.

Pemerintah Yaman telah menuding UEA dan kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC), yang diperkuat pasukan SBF, melakukan "kudeta" terhadap pemerintah yang sah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X