Ledakan di Fasilitas Militer Rusia Akibat Uji Coba "Senjata Baru"

Kompas.com - 12/08/2019, 22:20 WIB
Ilustrasi ledakan. SHUTTERSTOCKIlustrasi ledakan.

MOSKWA, KOMPAS.com - Insiden ledakan yang terjadi di fasilitas militer Rusia pekan lalu, yang menewaskan hingga lima orang, dikonfirmasi akibat kecelakaan saat uji coba sebuah senjata baru.

Pernyataan itu disampaikan oleh kepala badan nuklir Rusia, menambahkan insiden yang terjadi tidak akan menghentikan pengembangan senjata baru tersebut hingga akhir.

Dilansir AFP, ledakan tersebut terjadi di sebuah fasilitas militer milik Rusia yang berada di Kutub Utara, pada Kamis (8/8/2019).

Insiden tersebut dilaporkan telah memicu terjadinya lonjakan tingkat radiasi di kota terdekat dan pemerintah Rusia telah mengakui adanya keterlibatan nuklir dalam insiden tersebut pada Sabtu (10/8/2019) lalu.

Baca juga: Ledakan di Pangkalan Militer Rusia, Korban Tewas Jadi 5 Orang

Badan Nuklir Nasional Rusia, Rosatom, telah menggelar upacara penghormatan bagi lima korban tewas, Senin (12/8/2019).

"(Hal) terbaik untuk mengingat mereka adalah dengan melanjutkan dan menyelesaikan pekerjaan persenjataan baru tersebut," kata kepala Rosatom, Alexei Likhachev, seperti dikutip kantor berita.

"Kami sedang memenuhi tugas untuk menjamin keamanan Ibu Pertiwi," tambahnya.

Upacara penghormatan kepada para staf yang menjadi korban insiden ledakan itu digelar secara tertutup di kota Sarov, wilayah Nizhny Novgorod, yang berjarak sekitar 500 kilometer arah timur Moskwa.

Baca juga: Ledakan di Pangkalan Militer Rusia Picu Lonjakan Radiasi

Selama era Perang Dingin, kota Sarov telah dikenal sebagai kota rahasia yang dijuluki sebagai Arzamas-16 dan menjadi pusat penghasil senjata nuklir pertama Uni Soviet.

Kota tersebut masih menjadi kota tertutup yang hanya dapat diakses menggunakan izin khusus.

Sebelumnya diberitakan, Rosatom, menyebut insiden ledakan yang terjadi adalah akibat kecelakaan saat dilakukan uji coba terhadap sebuah mesin rudal di fasilitas lepas pantai di wilayah Arkhangelks, yang jauh di utara.

Ledakan terjadi pada bahan bakar mesin rudal dan menghempaskan para staf ke laut.

Kota Severodvinsk, yang terdekat dengan fasilitas itu, mencatat terjadinya peningkatan radiasi yang tinggi secara sesaat setelah insiden.

Baca juga: Putin: Jika AS Kembangkan Rudal Jarak Menengah, Rusia Juga Akan Melakukannya

Warga kota yang panik pun bergegas menuju apotek dan tempat penjualan obat untuk membeli iodium yang dapat digunakan untuk menghentikan efek radiasi menyerap kelenjar tiroid.

"Warga mulai panik. Dalam waktu satu jam semua obat yodium maupun yang mengandung yodium telah terjual habis," kata ahli farmasi Yelena Varinskaya kepada AFP.

Sementara itu, para pakar rudal dari Amerika Serikat meyakini bahwa insiden ledakan yang terjadi di Rusia beberapa waktu lalu merupakan pengujian rudal jelajah "Burevestnik".

Rudal jelajah terbaru tersebut sempat digembar-gemborkan Presiden Vladimir Putin pada awal tahun ini.

Baca juga: Rusia Bakal Ambil Langkah Pertahanan Diri, Jika AS Tempatkan Sistem Rudalnya di Asia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X