Perdamaian di Kashmir yang Kini Hanya Sebatas Mimpi

Kompas.com - 12/08/2019, 18:00 WIB
Ribuan warga Muslim Kashmir turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa di jalanan ibu kota Srinagar, pada Jumat (9/8/2019), menentang penghapusan status otonomi khusus Kashmir.AFP PHOTO / STRINGER Ribuan warga Muslim Kashmir turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa di jalanan ibu kota Srinagar, pada Jumat (9/8/2019), menentang penghapusan status otonomi khusus Kashmir.

KONFLIK di Tepi Barat dan Jalur Gaza di Palestina dan Israel. Kamp konsentrasi tahanan yang baru dibangun China di Xinjiang.

Berikutnya, Jammu dan Kashmir (J&K), negara bagian di barat laut India berpenduduk 12,5 juta dan mayoritas Muslim itu, apakah juga akan menjadi lokasi pertumpahan darah selanjutnya?

Di saat saya sedang menulis kolom ini, pemerintah India telah memberlakukan jam malam. Jaringan telekomunikasi diputus, dan tokoh-tokoh politik di Kashmir ditahan.

Sekitar 500.000 tentara telah ditempatkan di Kashmir, menjadikan daerah perbatasan India dan Pakistan ini salah satu daerah paling termiliterisasi di dunia.


Beberapa minggu sebelum jam malam diberlakukan, India mengirimkan 35.000 tentara serta memaksa turis dan pengunjung yang bukan penduduk Kashmir keluar dari daerah ini.

Baca juga: PM India Sebut Status Otonomi Khusus Picu Terorisme dan Separatisme di Kashmir

Sementara, penduduk setempat panik dan khawatir akan keadaan bahan pangan serta barang persedian yang lain.

Keadaan ini jauh berbeda dari semasa saya mengunjungi kawasan pegunungan Himalaya sekitar 36 tahun silam.

Saat itu sekitar 1983 atau pada masa-masa penghujung era hippie. Saya menghabiskan waktu di Danau Dal di sebuah rumah perahu selama seminggu, sebelum melanjutkan petualangan ala “Boy’s Own” ke Kargil dan daerah Ladakh yang mayoritas penduduknya beragama Buddha.

Namun, pada 1989 terjadi pemberontakan berdarah di daerah ini, dan yang terjadi selanjutnya telah tercatat dalam sejarah kelam Kashmir.

Kembali ke masa kini, Kashmir – yang sudah mengalami tiga kali perang antara India dan Pakistan – sekarang kembali berada di ambang konflik.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Internasional
Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Internasional
Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Internasional
Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Internasional
Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Internasional
AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

Internasional
Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Internasional
Setia, Seekor Anjing Mati 15 Menit Setelah Pemiliknya Meninggal

Setia, Seekor Anjing Mati 15 Menit Setelah Pemiliknya Meninggal

Internasional
Pekerja Konsulat Inggris di Hong Kong Ditangkap China karena Melanggar Aturan

Pekerja Konsulat Inggris di Hong Kong Ditangkap China karena Melanggar Aturan

Internasional
Ketahuan Mencuri Mobil, Pendeta di Nigeria Mengaku Disuruh Setan

Ketahuan Mencuri Mobil, Pendeta di Nigeria Mengaku Disuruh Setan

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Lukisan Mona Lisa Dicuri

Hari Ini dalam Sejarah: Lukisan Mona Lisa Dicuri

Internasional
Kebakaran Hutan di Brasil Catatkan Rekor Terbaru pada Tahun Ini

Kebakaran Hutan di Brasil Catatkan Rekor Terbaru pada Tahun Ini

Internasional
Baru 3 Bulan Punya Bayi, Meghan dan Harry Sudah Rekrut Pengasuh Ketiga

Baru 3 Bulan Punya Bayi, Meghan dan Harry Sudah Rekrut Pengasuh Ketiga

Internasional
Tidak Lapor Bawa Uang Tunai Rp 5 Milliar ke Singapura, Pria Indonesia Didenda Rp 284 Juta

Tidak Lapor Bawa Uang Tunai Rp 5 Milliar ke Singapura, Pria Indonesia Didenda Rp 284 Juta

Internasional
Jet Tempur F-16 AS yang Dijual ke Taiwan Bisa Dipakai Bertempur hingga 2070

Jet Tempur F-16 AS yang Dijual ke Taiwan Bisa Dipakai Bertempur hingga 2070

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X