Korban Tewas Topan Lekima di China Meningkat Menjadi 32 Orang

Kompas.com - 12/08/2019, 06:55 WIB
Gelombang laut menghantam jalanan depan bangunan di Taizhou, Provinsi Zhejiang di China akibat Topan Lekima pada 9 Agustus 2019. Sejauh ini, 32 orang dilaporkan tewas akibat topan tersebut. AFPGelombang laut menghantam jalanan depan bangunan di Taizhou, Provinsi Zhejiang di China akibat Topan Lekima pada 9 Agustus 2019. Sejauh ini, 32 orang dilaporkan tewas akibat topan tersebut.

SHANGHAI, KOMPAS.com - Pemerintah kawasan timur China menyatakan, korban tewas akibat Topan Lekima yang membuat jutaan orang mengungsi sudah mencapai 32 orang.

Badai monster itu menghantam kota Wenling Sabtu pagi (10/8/2019) dengan kecepatan hingga 190 km per jam, dan membuat gelombang air hingga beberapa meter di kawasan pantai.

Baca juga: KJRI Shanghai: Tak Ada WNI Jadi Korban Topan Lekima

Dikutip BBC Minggu (11/8/2019), lima juta orang di Provinsi Zhejiang, China, terdampak Topan Lekima, dengan satu juta orang harus dievakuasi.

Televisi CCTV via AFP memberitakan, 18 orang diumumkan tewas akibat tanah longsor yang dipicu hujan deras di Wenzhou, sekitar 400 km selatan Shanghai.

Tanah longsor itu terjadi setelah danau yang menjadi bendungan alami di kawasan Wenzhou tidak mampu menampung hujan lebat dan kemudian runtuh.

Pemerintah Zhejiang kemudian mengumumkan terdapat 14 orang meninggal pada Minggu waktu setempat. Namun, tidak dijelaskan apakah mereka berasal dari insiden yang sama.

Dalam keterangan tertulis di Weibo, pemerintah menyatakan masih ada 16 orang yang dilaporkan menghilang. "Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan," kata pemerintah.

Tim penyelamat terus berjuang untuk menyelamatkan para pengendara yang berada di area terdampak banjir sekaligus mencari korban di reruntuhan bangunan.

Topan Lekima disebut sebagai topan kesembilan yang menghantam China pada tahun ini, dan menyebabkan 3.200 penerbangan ke Shanghai maupun Beijing harus dibatalkan.

Pakar cuaca seperti dikutup Xinhua menyatakan, topan itu merupakan yang terkuat ketiga yang pernah menyerang Zhejiang dan awalnya sempat menimbulkan alarm peringatan tertinggi sebelum diturunkan statusnya.

Menurut keterangan pemerintah lokal, akibat topan tersebut, kawasan yang terdampak mengalami kerugian lebih dari 15,8 miliar yuan, atau Rp 31,7 triliun.

Di kota Linhai saja, misalnya. Kerugiannya tercatat 2,1 miliar yuan, sekitar Rp 4,2 triliun, dan mencakup 600 jalanan rusak dan 183 bangunan runtuh.

Baca juga: Topan Lekima Terjang China, 13 Orang Tewas dan 16 Hilang Akibat Tanah Longsor

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X