Umat Muslim India di Wilayah Kashmir Sambut Perayaan Idul Adha Usai Unjuk Rasa

Kompas.com - 10/08/2019, 23:56 WIB
Ribuan warga Muslim Kashmir turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa di jalanan ibu kota Srinagar, pada Jumat (9/8/2019), menentang penghapusan status otonomi khusus Kashmir. AFP PHOTO / STRINGERRibuan warga Muslim Kashmir turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa di jalanan ibu kota Srinagar, pada Jumat (9/8/2019), menentang penghapusan status otonomi khusus Kashmir.

SRINAGAR, KOMPAS.com - Umat Muslim di wilayah India Kashmir bersiap untuk menyambut perayaan Hari Raya Idul Adha, menyusul aksi unjuk rasa yang menentang keputusan penghapusan status otonomi khusus negara bagian itu.

Sekitar 8.000 orang turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa menentang langkah pemerintah India yang membatalkan Pasal 370 Undang-Undang Konstitusi tentang status otonomi khusus Kashmir, pada Jumat (9/8/2019).

Ribuan warga berkumpul selepas shalat Jumat di pinggiran Srinagar yang dibubarkan oleh pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan peluru karet.

"Sekitar 12 orang mengalami luka, namun tidak ada yang serius," kata salah seorang saksi mata.

Baca juga: PM India Sebut Status Otonomi Khusus Picu Terorisme dan Separatisme di Kashmir

Wilayah Kashmir yang dikuasai India telah berada dalam penguncian sejak sepekan terakhir, dengan pemerintah menempatkan ribuan pasukan tambahan menjelang pengumuman penghapusan status otonomi khusus, pada Senin (5/8/2019) lalu.

Pemerintah juga melakukan pembatasan layanan telekomunikasi dengan hanya penyedia jaringan telekomunikasi pemerintah yang beroperasi, sementara lainnya telah diputus. Pun demikian dengan sambungan internet dan telepon rumah.

Pembatasan jam malam juga telah diberlakukan untuk mencegah keresahan atas langkah konstitusional yang menurut Perdana Menteri Narendra Modi diperlukan untuk membawa perdamaian dan kemakmuran ke wilayah Kashmir.

PM Modi menambahkan dalam pidato nasionalnya pekan ini, bahwa penduduk Kashmir tidak perlu cemas dengan perayaan Hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada Senin (12/8/2019) di India.

Baca juga: India Peringatkan Pakistan, Masalah Kashmir adalah Urusan Dalam Negeri

Namun laporan media setempat menyebut bahwa pihak berwenang baru akan memutuskan pada Minggu (11/8/2019), apakah pembatasan yang diberlakukan akan dilonggarkan selama perayaan hari raya.

Meski baru saja diwarnai aksi unjuk rasa sehari sebelumnya, suasana kota telah sedikit lebih tenang pada Sabtu (10/8/2019), setelah pihak berwenang melonggarkan aturan jam malam.

Sudah ada lebih banyak kendaraan dan pejalan kaki yang berlalu lalang di jalanan ibu kota Kashmir. Antrean panjang terlihat di sejumlah mesin penarikan uang tunai dan toko-toko makanan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

Internasional
Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X