Pelaku Penembakan Massal di Walmart El Paso Texas Mengaku Targetkan Orang Meksiko

Kompas.com - 10/08/2019, 16:44 WIB
Inilah potongan rekaman yang memperlihatkan seorang pelaku penembakan massal yang menyerang Walmart El Paso di Texas, Amerika Serikat, Sabtu (3/8/2019). Dilaporkan 20 orang tewas karena penembakan massal tersebut. AFP via BBCInilah potongan rekaman yang memperlihatkan seorang pelaku penembakan massal yang menyerang Walmart El Paso di Texas, Amerika Serikat, Sabtu (3/8/2019). Dilaporkan 20 orang tewas karena penembakan massal tersebut.

EL PASO, KOMPAS.com - Tersangka pelaku penembakan massal di Walmart El Paso Texas yang telah membunuh 22 orang mengaku bahwa dia menargetkan " orang Meksiko".

Hal tersebut terungkap dalam pernyataan pihak kepolisian El Paso yang menangani kasus ini, yang dirilis pada Jumat (9/8/2019).

Tersangka pelaku, yang diidentifikasi sebagai Patrick Crusius (21), telah ditahan pihak kepolisian usai menyerah kepada petugas yang merespons panggilan ke lokasi penembakan, Sabtu (3/8/2019) pekan lalu.

Pelaku mengakui perbuatannya melakukan penembakan saat keluar dari kendaraannya dan menyerah kepada polisi.


Baca juga: Pelaku Penembakan Massal Texas Menuju Walmart karena Lapar

"Saat tersangka keluar dari kendaraannya dan berhenti di persimpangan, dia berteriak dengan keras 'Saya penembaknya'," kata Detektif Adrian Garcia, dalam pernyataan tertulis pada Minggu (4/8/2019), sehari setelah penembakan.

Tersangka telah didakwa dengan tindak pembunuhan berencana dan ditahan tanpa jaminan.

Dalam pernyataan tertulis, Crusius telah melepaskan haknya untuk tetap diam setelah dia ditahan dan mengatakan kepada polisi bahwa dia memasuki Walmart dengan membawa senapan AK-47 dan beberapa magasin.

"Terdakwa menyatakan bahwa targetnya adalah orang Meksiko," lanjut pernyataan tertulis itu.

Baca juga: Dua Orang Meninggal di Rumah Sakit, Korban Tewas Penembakan Massal Texas Jadi 22 Orang

Crusius telah dituduh menembak dan membunuh hingga 22 orang dan melukai 20-an orang lainnya. Tuduhan tersebut dijatuhkan tak lama setelah sebuah manifesto online yang diduga menjelaskan motivasi penembakan terungkap.

Dilansir Reuters, pihak berwenang menyatakan bahwa tersangka Crusius telah berkendara selama 11 jam dari kota tempat tinggalnya di Allen, dekat Dallas, Texas, dengan tujuan melakukan penembakan massal di El Paso, yang mayoritas penduduknya merupakan keturunan Hispanik.

Hal tersebut menguatkan dugaan bahwa insiden penembakan massal ini bermotifkan kebencian rasial. Polisi telah mengumumkan menyelidiki kasus penembakan massal ini sebagai kejahatan rasial dan terorisme domestik.

Diberitakan sebelumnya, penembakan massal terjadi di Walmart El Paso pada Sabtu (3/8/2019) pekan lalu, sekitar pukul 10.39 waktu setempat, di mana petugas penegak hukum segera tiba selang beberapa menit kemudian.

Baca juga: Ini 5 Fakta Insiden Penembakan Massal di Texas dan Ohio

Sebanyak 20 orang tewas di tempat kejadian dan dua lainnya meninggal setelah sempat dibawa ke rumah sakit. Sementara 24 korban luka lainnya sebagian masih dirawat.

Insiden penembakan massal di El Paso terjadi selang beberapa jam sebelum terjadi penembakan lainnya di Dayton, Ohio, pada Minggu (4/8/2019) dini hari.

Sementara itu, Pemerintah Meksiko telah menetapkan aksi penembakan massal yang menewaskan 22 orang di El Paso, Texas, sebagai kejahatan teroris, dan mencari tindakan hukum untuk memungkinkan mengekstradisi pelaku penembakan.

Sebanyak delapan dari 22 korban tewas dalam insiden penembakan massal di Walmart El Paso merupakan warga negara Meksiko.

Menurut data sensus AS, El Paso, yang berjarak sembilan jam perjalanan dari Dallas, berbatasan langsung dengan Meksiko dan memiliki populasi 680.000 jiwa, dengan 83 persen adalah keturunan Hispanik.

Baca juga: Sebut Penembakan Massal di Texas Kejahatan Teroris, Meksiko Ingin Pelaku Diekstradisi

Toko Walmart di El Paso juga menjadi tempat yang kerap dikunjungi warga Meksiko untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari.

Sementara awal pekan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengunjungi kedua kota tempat terjadinya penembakan massal yang menewaskan total 31 orang dalam kurang dari 24 jam itu.

Trump sempat mendapat penolakan dari warga kota setempat karena dianggap turut bertanggung jawab mendorong terjadinya penembakan massal karena pernyataannya yang kerap dianggap rasial.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X