Ledakan di Pangkalan Militer Rusia Picu Lonjakan Radiasi

Kompas.com - 09/08/2019, 23:45 WIB
Ilustrasi ledakan. SHUTTERSTOCKIlustrasi ledakan.

NYONOKSA, KOMPAS.com - Ledakan terjadi di sebuah pangkalan militer yang terletak di Rusia utara jauh, pada Kamis (8/8/2019). Insiden tersebut dilaporkan memicu terjadinya lonjakan radiasi singkat.

Selain masalah radiasi, ledakan juga dilaporkan turut menewaskan dua orang. Kecelakaan itu menjadi yang kedua terjadi di fasilitas milik negara di Rusia dalam sepekan.

Dilansir AFP, yang mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan, ledakan terjadi selama pengujian mesin jet berbahan bakar cair yang dilakukan di pangkalan dekat Kutub Utara.

"Akibat insiden tersebut, enam staf kementerian pertahanan dan seorang pengembang terluka. Sedangkan dua tenaga spesialis meninggal karena luka-luka mereka," tambah pernyataan kementerian.

Baca juga: Ledakan Truk Tangki Bahan Bakar di Nigeria, 45 Orang Tewas

Dilaporkan, insiden tersebut terjadi di dekat sebuah kota kecil, Nyonoksa, sekitar 1.000 kilometer arah utara Moskwa, yang merupakan pusat pengujian utama untuk rudal balistik yang digunakan pada kapal selam dan kapal perang.

Otoritas di kota Severodvinsk, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi insiden, melaporkan terjadinya kenaikan tingkat radiasi sesaat setelah ledakan.

Pejabat Severodvinsk, melalui situs web mereka, mengatakan bahwa sensor pendeteksi radiasi otomatis di kota itu "mencatat kenaikan singkat tingkat radiasi" pada pukul 11.50 pagi waktu setempat dan level di bawah batas yang diizinkan pada pukul 14.00.

Baca juga: Ledakan Bom di Lyon, Polisi Perancis Tangkap Mahasiswa asal Aljazair

Tidak jelas kapan tepatnya insiden ledakan itu terjadi, namun pihak Kementerian Pertahanan dalam pernyataan resminya mencatat kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Disampaikan Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan singkat tentang kecelakaan yang dirilis ke kantor-kantor berita Rusia bahwa tingkat radiasi masih dalam batas "normal" dan tidak ada emisi berbahaya.

Para pejabat kesehatan mengatakan bahwa tidak ada anggota masyarakat yang terpengaruh.

"Tidak ada kontaminasi radioaktif," juru bicara wilayah Arkhangelsk tempat pusat pengujian itu mengatakan kepada AFP.

Namun Lembaga pemerintahan di Severodvinsk mengaku menerima pesan peringatan otomatis yang mengatakan pekerja harus tinggal di gedung dan menutup jendela karena tingkat radiasi yang tinggi, demikian dilaporkan kantor berita Rusia, Interfax.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X