Kompas.com - 09/08/2019, 09:42 WIB

SHANGHAI, KOMPAS.com - Setelah mengancam kawasan pesisir timur laut Taiwan, Topan Lekima kini menjadi ancaman bagi wilayah pantai timur China.

Pusat Meteorologi Nasional China telah mengeluarkan peringatan siaga merah pada Jumat (9/8/2019) pagi, saat topan berkategori super itu mendekati provinsi Zhejiang di pesisir timur.

Dikatakan badan meteorologi China bahwa topan tersebut adalah yang terkuat sejak 2014 dan diperkirakan bakal sampai di daratan pada Sabtu (10/8/2019) pagi sebelum kemudian berbelok ke utara.

Peringatan angin kencang telah dikeluarkan untuk wilayah delta sungai Yangtze, termasuk Shanghai.

Baca juga: Pasca Gempa Magnitudo 6.0, Taiwan Bersiap Potensi Topan Lekima

Hujan deras disertai angin kencang tingkat 10 diperkirakan bakal menerjang wilayah Shanghai pada Jumat (9/8/2019) berlanjut hingga Minggu (11/8/2019), dengan sekitar 16.000 penduduk di pinggiran kota akan dievakuasi, demikian dilaporkan Shanghai Daily.

Kementerian Sumber Daya Air China juga telah memperingatkan akan adanya risiko banjir di bagian timur, hilir sungai Yangtze dan sungai Kuning hingga Rabu (14/8/2019).

Sebelumnya, topan super Lekima telah mengancam pulau Taiwan dan memaksa sejumlah penerbangan dibatalkan, serta penutupan pasar, sekolah, hingga pusat bisnis, pada Jumat (9/8/2019).

Topan Lekima, yang membawa angin berkekuatan maksimum 234 kilometer per jam, diperkirakan tiba di pulau Taiwan pada Kamis (8/8/2019) malam, setelah semakin kuat dan menjadi topan super.

Baca juga: Ancaman Topan Super Lekima, Taiwan Perintahkan Pasar dan Sekolah Tutup

Topan diperkirakan akan mendekati lepas pantai timur laut Taiwan dan bergerak melintasi wilayah lautan mengarah ke barat laut dengan kecepatan 15 kilometer per jam.

Biro cuaca Taiwan telah mengeluarkan peringatan angin dan hujan lebat di Taipei, pelabuhan utara Kota Keelung dan beberapa wilayah utara lainnya. Peringatan tersebut juga berlaku bagi para nelayan di pantai selatan dan timur.

Topan yang bergerak mengarah ke barat laut, telah memicu pemadaman listrik ke lebih dari 40.000 rumah penduduk dan memaksa kereta api cepat di pulau itu untuk menangguhkan sebagian besar layanannya.

"Badai diperkirakan bakal terus bergerak menuju China, hingga mendekati pusat komersial Shanghai pada akhir pekan," kata biro cuaca, dilansir Reuters.

Seperti diketahui, Taiwan, China, Filipina, dan Jepang secara rutin dilalui topan pada paruh kedua setiap tahunnya.

Topan tersebut bermula dari perairan hangat di Samudera Pasifik atau Laut Cina Selatan sebelum kemudian akan melemah di daratan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Topan Dahsyat Banglades Tewaskan 138.000 Jiwa

Selain ancaman angin Topan Lekima, Taiwan pada Kamis (8/8/2019) pagi, telah diguncang oleh gempa 5,9 di kawasan pantai timur laut, dengan pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer.

Biro Cuaca Taiwan menyatakan, getaran gempa dapat dirasakan hingga seluruh wilayah pulau, terutama di gedung-gedung tinggi, hingga membangunkan warga yang masih terlelap.

Guncangan gempa dilaporkan juga memicu terjadinya pemadaman listrik di sebagian besar wilayah Taipei dan Yilan, dengan lebih dari 10.000 rumah terdampak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.