Kompas.com - 08/08/2019, 23:18 WIB
Kapal-kapal penangkap ikan milik nelayan Taiwan diamankan di tempat perlindungan topan di pelabuhan Nanfangao, di Suao, wilayah Yilan, saat Topan Lekima mendekati lepas pantai Taiwan timur, Kamis (8/8/2019). AFP / SAM YEHKapal-kapal penangkap ikan milik nelayan Taiwan diamankan di tempat perlindungan topan di pelabuhan Nanfangao, di Suao, wilayah Yilan, saat Topan Lekima mendekati lepas pantai Taiwan timur, Kamis (8/8/2019).

TAIPEI, KOMPAS.com - Otoritas Taiwan telah memerintahkan kepada pengelola pasar, pusat bisnis, hingga sekolah, untuk tutup pada Jumat (9/8/2019), saat angin topan super mendekati pulau itu.

Sejumlah penerbangan juga terpaksa dibatalkan dan pemerintah setempat telah memberi peringatan tanah longsor, menyusul gempa berkekuatan 5,9 yang disusul terjangan angin topan.

Topan Lekima, yang membawa angin berkekuatan maksimum 234 kilometer per jam, diperkirakan tiba di pulau Taiwan pada Kamis (8/8/2019) malam, setelah semakin kuat dan menjadi topan super.

Topan diperkirakan akan mendekati lepas pantai timur laut Taiwan dan bergerak melintasi wilayah lautan mengarah ke barat laut dengan kecepatan 15 kilometer per jam.

Baca juga: Pasca Gempa Magnitudo 6.0, Taiwan Bersiap Potensi Topan Lekima

Biro cuaca Taiwan telah mengeluarkan peringatan angin dan hujan lebat di Taipei, pelabuhan utara Kota Keelung dan beberapa wilayah utara lainnya. Peringatan tersebut juga berlaku bagi para nelayan di pantai selatan dan timur.

"Badai diperkirakan bakal terus bergerak menuju China, hingga mendekati pusat komersial Shanghai pada akhir pekan," kata biro cuaca, dilansir Reuters.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, Taiwan, China, Filipina, dan Jepang secara rutin dilalui topan pada paruh kedua setiap tahunnya.

Topan tersebut bermula dari perairan hangat di Samudera Pasifik atau Laut Cina Selatan sebelum kemudian akan melemah di daratan.

Baca juga: Gempa Guncang Taiwan, Wanita 60 Tahun Tewas Tertimpa Lemari

Selain ancaman angin Topan Lekima, Taiwan pada Kamis (8/8/2019) pagi, telah diguncang oleh gempa 5,9 di kawasan pantai timur laut, dengan pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer.

Biro Cuaca Taiwan menyatakan, getaran gempa dapat dirasakan hingga seluruh wilayah pulau, terutama di gedung-gedung tinggi, hingga membangunkan warga yang masih terlelap.

Guncangan gempa dilaporkan juga memicu terjadinya pemadaman listrik di sebagian besar wilayah Taipei dan Yilan, dengan lebih dari 10.000 rumah terdampak.

"Gempa bumi melanda ketika kami sedang melakukan persiapan untuk menghadapi topan," kata Perdana Menteri Su Tseng-chang dikutip dari Channel News Asia.

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 6.0 Guncang Taiwan

Lebih dari 1.500 orang diungsikan ke tempat yang aman. Namun Su mendesak agar pemerintah tetap waspada ketika badai mendekat.

Sebagian besar dari warga yang diungsikan merupakan turis yang berada di lepas pantai timur Taiwan.

Sementara para tentara juga telah diterjunkan ke berbagai daerah untuk mengantisipasi jika terjadi banjir.

Pada 2009, Taiwan diterjang Topan Morakot yang disertai dengan hujan lebat. Akibatnya, Taiwan dilanda banjir terburuk dalam 50 tahun terakhir dan menewaskan hampir 700 orang.

Topan itu juga menyebabkan kerusakan pertanian sedikitnya 64 juta dollar AS (sekitar Rp 910 miliar) serta menyebabkan 170.000 rumah tanpa listrik dan 440.000 rumah tanpa aliran air.

Baca juga: Tayangkan Peta Tanpa Taiwan, Acara TV di China Diselidiki



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.