Kompas.com - 07/08/2019, 14:46 WIB

Laporan itu menyatakan ISIS menargetkan serangan bom bunuh diri, penyergapan, dan pembunuhan dengan Irak sudah membangun jaringan komando dan logistik untuk menunjang misi.

Strategi kelompok itu adalah menimbulkan kekacauan di wilayah yang sudah direbut dan mencegah pasukan setempat melakukan kontrol efektif.

"Koalisi pimpinan AS yakin kekuatan ISIS berjumlah 14.000-18.000 orang, dengan 3.000 di antaranya merupakan warga negara asing," ujar laporan tersebut.

Ketika pertama kali mengumumkan "kekhalifahan" pada 2014, ISIS menguasai sebagian besar Irak dan Suriah. Namun mereka kemudian terdesak serangan udara AS dan koalisinya.

Baca juga: Diduga Ingin Gabung ISIS di Suriah, 2 Warga Singapura Ditahan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.