Tanggapi Latihan Gabungan AS dan Korsel, Korea Utara Ancam Luncurkan Lebih Banyak Rudal

Kompas.com - 06/08/2019, 10:45 WIB
Foto tangkapan layar yang diambil dari tayangan stasiun televisi Korea Utara, KCTV, pada 1 Agustus 2019, yang memperlihatkan siluet Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang melihat peluncuran rudal balistik di lokasi yang tidak diketahui. AFP PHOTO / HANDOUT / KCTVFoto tangkapan layar yang diambil dari tayangan stasiun televisi Korea Utara, KCTV, pada 1 Agustus 2019, yang memperlihatkan siluet Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang melihat peluncuran rudal balistik di lokasi yang tidak diketahui.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengancam bakal melakukan lebih banyak uji coba rudal untuk menanggapi dimulainya latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dengan Korea Selatan.

Korea Utara telah kembali melakukan peluncuran rudal balistik jarak pendek, Selasa (6/8/2019), yang keempat dalam jangka waktu kurang dari dua minggu.

Menurut pernyataan Kantor Kepala Staf Gabungan Seoul (JCS), Korea Utara menembakkan dua proyektil yang diyakini sebagai rudal balistik jarak pendek dari Provinsi Hwanghae Selatan di pesisir pantai barat.

Kedua rudal itu terbang sekitar 450 kilometer dengan ketinggian 37 kilometer dan melintasi semenanjung sebelum jatuh di Laut Timur.

Baca juga: Korut 3 Kali Uji Coba Senjata, Begini Tanggapan dari Presiden Trump

"Kedua proyektil itu mencapai kecepatan setidaknya Mach 6,9 (sekitar 8.500 kilometer per jam)," kata JCS.

Peluncuran rudal itu menjadi yang keempat dilakukan Korea Utara dalam 12 hari terakhir, dengan jumlah total rudal yang telah ditembakkan sebanyak delapan buah.

Korea Selatan menggambarkan sebagian besar rudal yang ditembakkan Pyongyang adalah rudal balistik jarak pendek, yang dilarang diluncurkan Korea Utara di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB.

Namun Pyongyang mengatakan bahwa beberapa rudal yang diluncurkannya merupakan sistem roket kendali berpeluncur ganda dengan kaliber besar.

Peluncuran terbaru terjadi setelah militer AS dan Korea Selatan memulai latihan gabungan yang disimulasikan komputer, Senin (5/8/2019), yang bertujuan menguji kemampuan Seoul dalam mengambil kendali operasional di masa perang.

Baca juga: Trump: Uji Coba Rudal Korea Utara Tak Langgar Perjanjian Saya dengan Kim Jong Un

Kurang dari satu jam setelah peluncuran tersebut, Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengeluarkan pernyataan yang mengecam kegiatan latihan gabungan secara terang-terangan yang disebut pelanggaran terhadap proses diplomatik antara Pyongyang, Washington, dan Seoul.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X