29 Orang Tewas dalam 2 Penembakan Massal AS, Trump Usulkan Begini

Kompas.com - 05/08/2019, 22:43 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm). Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengusulkan baik kepada Partai Republik dan Demokrat tentang aturan pengetatan senjata dan reformasi imigrasi.

Pernyataan itu dia sampaikan setelah terjadi dua penembakan massal pada akhir pekan lalu di mana total 29 orang tewas. Banyak kalangan menuduh retorika Trump penyebabnya.

Dalam serangkaian kicauan jelang pidato, Trump menyerukan aturan bipartisan terkait pemeriksaan latar belakang, dan menggabungkanya dengan aturan imigrasi.

Baca juga: Sebut Penembakan Massal di Texas Kejahatan Teroris, Meksiko Ingin Pelaku Diekstradisi

"Kami harus memiliki sesuatu yang hebat, jika tidak HEBAT, supaya bisa keluar dari dua peristiwa tragis ini!" seru Trump seperti diberitakan AFP Senin (5/8/2019).

Suami dari Melania itu tidak menjelaskan bagaimana bisa dua produk legislasi, yakni aturan pengetatan senjata dan imigrasi, bisa dijadikan satu.

Trump menyoroti migran, baik legal maupun ilegal, selama masa kekuasaannya. Dia terus menekankan isu itu ketika maju kembali dalam Pilpres 2020 mendatang.

Budaya penggunaan senjata mengakar di AS dan upaya untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api telah memecah belah meskipun penembakan massal dipandang hal biasa.

Pada Februari, House of Representatives yang dikuasai Demokrat sempat mengusulkan adanya pengetatan dalam pemeriksaan latar belakang calon pembeli senjata.

Namun, usulan peraturan itu tidak mendapat dukungan cukup di level Senat yang saat ini masih berada dalam cengkeraman Partai Republik sehingga berlalu begitu saja.

Berdasarkan organisasi nonprofit Gun Violence Archive, kejadian di Texas dan Ohio merupakan penembakan nomor 250 dan 251 di AS sepanjang tahun ini.

Asosiasi Senjata Nasional (NRA) merupakan pendukung utama Trump, dengan sang presiden diketahui rutin menghadiri konferensi kelompok itu dalam beberapa tahun terakhir.

Selain menyerukan aturan pengetatan senjata, Trump juga menyalahkan media yang dianggapnya melakukan peliputan yang tidak adil terkait penembakan massal itu.

Dalam kicauannya, presiden 73 tahun itu menyatakan bahwa Fake News, begitu dia menyebut media tersebut, telah berkontribusi atas kemarahan dan murka selama ini.

"Pemberitaan media mulai sekarang harus lebih adil, berimbang, dan tidak bias. Atau masalah yang sudah memburuk ini bakal semakin parah!" ujarnya.

Baca juga: CCTV Rekam Detik-detik Pengunjung Berlarian Dikejar Tersangka Penembakan Massal Ohio



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X