Kompas.com - 05/08/2019, 06:16 WIB

EL PASO, KOMPAS.com - Pelaku penembakan massal di Walmart El Paso, Texas terancam menghadapi hukuman mati, setelah menewaskan 20 orang dan melukai 26 lainnya, dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (3/8/2019) pagi.

Pelaku, yang telah diidentifikasi polisi sebagai Patrick Crusius (21), asal kota Allen, Texas, kini dalam penahanan polisi di Penjara El Paso, setelah menyerah kepada petugas usai melakukan aksinya.

Tersangka ditahan atas tuduhan melakukan pembunuhan berencana, sementara otoritas federal memperlakukan insiden ini sebagai kasus terorisme domestik.

Baca juga: Penembakan Massal Texas Jadi Penembakan ke-250 di AS Sepanjang 2019

"Tersangka dijatuhi tuduhan pembunuhan besar-besaran dan karenanya dia memenuhi syarat untuk hukuman mati. Kami akan mengajukan hukuman mati," kata Jaksa Distrik Jaime Esparza.

Sementara Departemen Kehakiman juga "secara serius mempertimbangkan" kasus itu sebagai kejahatan kebencian rasial dan tuduhan senjata api federal, yang membawa kemungkinan hukuman mati, kata Jaksa AS John Bash dalam konferensi pers.

Disampaikan Wali Kota El Paso, Dee Margo, tersangka bukanlah warganya. Dia menyebut pelaku penembakan datang dari luar kota.

"Orang ini tidak berasal dari El Paso. Ini bukan tentang kita. Kita adalah komunitas yang spesial dan kejadian ini tidak akan datang dari warga El Paso," ujarnya dalam konferensi pers seusai kejadian.

Kota Allen, asal tersangka Crusius, berada 1.000 kilometer arah timur El Paso, dekat dengan Dallas. Sedangkan lokasi penembakan, gedung mal Walmart berada sekitar delapan kilometer dari pos perbatasan Meksiko di Ciudad Juarez.

Saat kejadian, gedung pusat perbelanjaan itu tengah penuh dengan pengunjung, banyak di antaranya adalah warga Meksiko, di mana enam di antaranya turut menjadi korban tewas dan tujuh lainnya cedera.

Baca juga: Penembakan Massal di Walmart Texas, Pelaku Diduga Gunakan Senapan AK-47

Menurut Kepala Polisi El Paso, Greg Allen mengatakan panggilan darurat untuk kasus penembakan aktif diterima sekitar pukul 10:39 pagi dan petugas polisi pertama tiba enam menit kemudian.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN,USA Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.