Majikannya Dijatuhi Hukuman Terberat dalam Sejarah Singapura, Begini Kabar TKI Khanifah

Kompas.com - 03/08/2019, 19:19 WIB
Zariah Mohd Ali dan suaminya, Mohamad Dahlan (foto kiri), yang telah dijatuhi hukuman penjara, masing-masing 11 tahun dan 15 bulan karena terbukti bersalah menganiaya seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura bernama Khanifah (foto kanan). THE STRAITS TIMES / KUA CHEE SIONGZariah Mohd Ali dan suaminya, Mohamad Dahlan (foto kiri), yang telah dijatuhi hukuman penjara, masing-masing 11 tahun dan 15 bulan karena terbukti bersalah menganiaya seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura bernama Khanifah (foto kanan).

SINGAPURA, KOMPAS.com –KBRI Singapura memastikan, kondisi Khanifah, TKI yang berprofesi sebagai Pekerja Rumah Tangga ( PRT) dari Indramayu yang disiksa dengan kejam oleh si majikan telah pulih dan sehat.

Konsuler Pensosbud KBRI Singapura Ratna Lestari Harjana menyampaikan, kondisi Khanifah saat ini sehat serta berada dalam perlindungan kedutaan ketika dihubungi Kompas.com Sabtu (3/8/2019).

TKI berusia 39 tahun itu saat ini sedang berada di Singapura untuk menjalani proses persidangan atas penyiksaan yang menimpanya tujuh tahun silam.

Baca juga: Siksa TKI, Majikan Singapura Dijatuhi Hukuman Penjara Terberat dalam Sejarah

Si mantan majikan yang bernama Zariah Mohd Ali divonis dengan hukuman 11 tahun penjara. Sementara suaminya Mohamad Dahlan dijatuhi 15 bulan meringkuk di sel besi.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Zariah diyakini menjadi yang terberat yang pernah dijatuhkan di Singapura dalam kasus penganiayaan terhadap PRT. Keduanya kini mengajukan banding.

“KBRI senantiasa mendampingi Ibu Khanifah dengan memberikan bantuan hukum yang diperlukan yang bersangkutan untuk menjalani proses hukum ini.” ucap Ratna.

Ratna juga menuturkan bahwa sejauh ini Khanifah belum dapat dihubungi atau diwawancarai oleh media karena proses hukum yang belum inkrah.

Stephanus Titus Widjaja, Ketua Umum Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia di Singapura (FKMIS) menyatakan mendukung vonis yang telah diambil oleh hakim.

“Saya berharap kasus seperti ini ke depannya tidak terulang lagi. PRT kita jangan sungkan untuk menghubungi kami serta komunitas yang diwadahi FKMIS jika sedang mengalami permasalahan dengan majikan,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum Himpunan Penata Laksana Rumah Tangga Indonesia Singapura (HPLRTIS) Eti Kurniati berkata ketika penganiayaan terjadi, PRT belum diizinkan mempunyai ponsel.

Izin mempunyai ponsel baru dilegalkan pada 2014. Karena itu, Eti mendesak pemerintah Indonesia agar memperkuat perlindungan terhadap TKI. Baik itu PRT maupun profesi lainnya melalui negosiasi dengan negara tujuan si pekerja.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X